Bank BTN (BBTN) Cetak Laba Bersih Rp 2,31 Triliun di Kuartal III-2023
JAKARTA, investortrust.id – Emiten bank pelat merah, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat perolehan laba bersih Rp 2,31 triliun per September 2023, tumbuh dari periode yang sama tahun 2022 yang tercatat Rp 2,28 triliun.
Perolehan laba bersih Bank BTN ditopang oleh bisnis KPR, high yield loan, hingga lonjakan fee based income. Kontribusi Unit Usaha Syariah (UUS) juga menjadi penopang penting kinerja BBTN.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk, Nixon LP Napitupulu mengatakan, berkaca pada kinerja periode September, pihaknya optimistis mampu mencatatkan kinerja sesuai target.
"Mulai bergairahnya sektor perumahan dan insentif Pemerintah akan semakin mendorong bisnis pembiayaan sektor perumahan tumbuh positif hingga 2024. Momentum tersebut terus kami manfaatkan dengan berbagai inisiatif bisnis yang terus kami lakukan," ujar Nixon di Jakarta, Senin (27/11/2023).
Baca Juga
Pameran Akhir Pekan Ini, BTN Incar Transaksi KPR Rp 500 Miliar
Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan per kuartal III-2023, bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan ini mencatatkan total kredit dan pembiayaan senilai Rp 318,30 triliun atau naik 9,87% yoy. Peningkatan tersebut didorong pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang naik 11,87% yoy dari Rp 140,97 triliun menjadi Rp 157,71 triliun pada kuartal III-2023.
‘’Berbagai inisiatif Bank BTN pun terus menunjukkan kinerja positif. Segmen high yield loan misalnya, menunjukkan kinerja moncer. Kredit Ringan (Kring) untuk pegawai naik 17,59% yoy menjadi Rp 4,32 triliun per kuartal III-2023. Di periode yang sama, Kredit Agunan Rumah (KAR) tumbuh 10,63% yoy menjadi Rp 7,34 triliun. Kredit Usaha Rakyat (KUR) pun melonjak 162,82% yoy menjadi Rp1,60 triliun di kuartal III-2023,’’ urai Nixon.
Baca Juga
Menkeu Paparkan Instrumen Fiskal untuk Tangani Perubahan Iklim
Ekosistem transaksi digital Bank BTN juga menyumbang kenaikan signifikan pada fee-based income. Di ekosistem ini, Bank BTN menawarkan layanan lengkap mulai dari transaksi untuk wholesale hingga ritel melalui BTN Mobile. Dengan berbagai kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan total fee-based income per kuartal III-2023 naik sebesar 67,32% yoy menjadi Rp2,36 triliun.
Di sisi lain, Bank BTN juga telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 323,90 triliun atau naik 3,54% yoy dari Rp 312,84 triliun pada kuartal III-2022. Inisiatif Bank BTN dalam menjaga biaya dana (cost of funds/CoF) juga turut meningkatkan porsi dana murah.
Porsi dana murah (current account savings account/CASA) Bank BTN tercatat naik 358 basis poin (bps) menjadi 49,48% per kuartal III-2023. Dengan keseluruhan kinerja tersebut, per kuartal III-2023, total aset Bank BTN mencapai Rp 409,68 triliun atau naik 5,24% yoy.
Kinerja UUS
Sementara itu, dari laporan keuangan yang disampikan Unit Usaha Syariah (USS) Bank BTN atau BTN Syariah mencatat laba bersih Rp 400,89 miliar per kuartal III-2023. Angka tadi menunjukan pertumbuhan sebesar 70,40% year on year disbanding periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 235,27 miliar.
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif BTN Syariah tersebut sejalan dengan semakin besarnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah.
“Masyarakat Indonesia mayoritas merupakan muslim yang merupakan basis nasabah yang kuat untuk bisnis pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Kami optimistis BTN Syariah memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh besar sehingga dapat melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia,” jelas Nixon di Jakarta, Senin (27/11/2023).
Perolehan laba bersih BTN Syariah tersebut disumbang penyaluran pembiayaan yang naik sebesar 17,94% yoy dari Rp 30,35 triliun menjadi Rp 35,79 triliun per kuartal III-2023. Pada periode tersebut, pembiayaan perumahan masih mendominasi penyaluran pembiayaan di BTN Syariah atau sebesar 97,43%.
Lebih lanjut dari sisi Dana Pihak Ketiga, BTN Syariah mencatatkan angka Rp36,25 triliun pada kuartal III-2023 atau naik 16,76% yoy dari Rp 31,05 triliun di kuartal III-2022. Dengan kinerja tersebut, aset syariah tercatat naik 17,26% yoy dari Rp 41,29 triliun pada kuartal III-2022 menjadi Rp 48,41 triliun per kuartal III-2023.

