Usai Tender Wajib Sisa Saham Publik BINO Turun Drastis, Harga bakal Dikerek?
JAKARTA, Investortrust.id - Pengendali baru, Ruhong Ltd bersama dengan PT Intan Prawira kini kuasai 96,5% saham PT Perma Plasinfo Tbk (BINO). Aksi tersebut membuat total saham publik emiten ini berkurang, sehingga peluang untuk dikerek harganya makin mudah ke depan.
Berdasarkan data, Ruhong menguasai 88,6% saham BINO dan Intan Prawira menggenggam sebanyak 7,91% saham BINO usai tender wajib, seiring perubahan pengendali emiten ini. Hal ini membuat sisa saham publik menjadi 3,49%. "Dengan porsi saham publik minimal dan masuknya pengendali baru terbuka peluang kenaikan saham BINO Rp 338 dan BINO-W Rp 52," ungkap seorang sumber dari pasar.
Baca Juga
Menunggu Aksi Korporasi Permai Plasindo (BINO) Usai Diakuisisi Ruhong, Bagaimana Target Harganya?
Bino Group merupakan perusahaan dengan kegiatan usaha utama yang memproduksi dan mendistribusikan alat tulis kantor dengan merek BANTEX yang akan bertransformasi menjadi perusahaan digital dengan pengembangan Bino Digital Solution Hybrid Filing.
Bino menjual peralatan kantor dengan merek internasional dan setiap produknya merupakan pemimpin dalam pasarnya masing-masing. Bino mendistribusikan BANTEX, ELBA, LINEX, APLI, LYRA, XYRON dan beberapa merek unggulan lainnya untuk peralatan kantor. Bino telah mengadakan ekspansi dan investasi dalam usaha untuk memberikan tingkat pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan.
Baca Juga
Jadwal Pembagian Dividen Tunai Perma Plasindo (BINO) Rp 1,31 Miliar
BINO didirikan sejak tahun 1986 sebagai pabrikan dan distribusi dalam bidang peralatan kantor ke seluruh Indonesia memiliki lisensi untuk memproduksi peralatan kantor

