IHSG Dibuka Terkoreksi, 'Gocekan' Saham BREN Penentunya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/9/2024), dibuka anjlok lebih dari 40 poin ke 7.714. Hal ini dipicu atas berlanjutnya penurunan dalam hingga auto reject bawah (ARB) saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Saham BREN sempat sentuh ARB Rp 5.675, meski beberapa menit kemudian posisi ARB terhenti dan BREN kembali bertengger di atas Rp 6.000. Meski demikian, harga tersebut masih berada di bawah harga penutupan kemarin level Rp 7.075.
Baca Juga
Pasar Menunggu Prajogo Pangestu Turun Gunung Hentikan ARB Saham Barito Renewables (BREN)
Pelemahan IHSG juga dipicu atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur, sektor consumer primer, sektor kesehatan, sektor property, dan sektor industry. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor consumer non primer, sektor keuangan, sektor material dasar, sektor energi, dan sektor transportasi.
Meski IHSG turun, sejumlah saham ini catatkan lompatan harga, seperti saham PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA) naik 17,52% menjadi Rp 161, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) menguat 10,89% menjadi Rp 2.750, dan PT Agro Yasa Lestari TbK (AYLS) naik 8,70% menjadi Rp 75.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam awal transaksi hari ini, yaitu saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC), dan PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE).
Baca Juga
Agresif Buka Cabang dan Sahamnya Diborong Pengendali, Idea Indonesia (IDEA) bisa Menuju Rp 60?
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 32,73 poin (0,42%). Pemodal asing kembali mempertahankan aksi beli (net buy) saham senilai Rp 1,23 triliun di seluruh pasar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 669,50 miliar, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Rp 153,28 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 111 miliar.
Indeks mampu ke luar dari zona tekanan, meskipun auto reject bawah (ARB) masih melanda saham PT Barito Renewables Energy Tbk ( BREN). Saham ini anjlok Rp 1.750 (19,83%) menjadi Rp 7.075. BREN satu-satunya saham yang dikendalikan Prajogo Pangestu yang mencatatkan penurunan dalam.

