ARB Barito Renewables (BREN) Kerek Anjlok IHSG 50 Poin di Awal Transaksi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/9/2024), kembali anjlok dengan penurunan sebanyak 50 poin (0,60%) menjadi 7.692. Kehancuran tersebut kembali diseret turun saham emiten Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok hingga auto reject bahwa (ARB) sebanyak 19,83% menjadi Rp 7.075. Sebanyak 2,24 juta lot saham BREN tengah dilelang untuk dilepas di harga Rp 7.075. Sebaliknya empat saham lainnya yang dikendalikan Prajogo Pangestu berhasil rebound pagi ini.
Baca Juga
IHSG bisa Sideways Usai Anjlok Dalam Pekan Lalu, Mandiri Sekuritas Jagokan Saham Ini
Sedangkan sektor saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham sektor consumer primer 1,02%, sektor infrastruktur 1,63%, sektor teknologi 0,71%, dan sektor kesehatan 0,21%. Sebaliknya saham sektor keuangan , property, transportasi, energi, dan material dasar melesat.
Meski IHSG lanjutkan koreksi, saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) justru melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,51% menjadi Rp 152. Saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) naik 15,38% menjadi Rp 75 dan PT Cihotes Internasional Tbk (CINT) meleat 10,71% menjadi Rp 248.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham BREN, saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), dan PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) juga anjlok.
Baca Juga
Raih Kontrak Suplai Baterai Motor Listrik Jumbo! Saham Green Power (LABA) bisa Melesat
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 162,39 poin (2,05%) ke level 7.743 akibat kejatuhan saham-saham emiten Prajogo Pangestu. Meski demikian, pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar senilai Rp 523,12 miliar.
Kejatuhan saham emiten Prajogo terjadi setelah FTSE Russel membatalkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebagai konstituen baru dalam perhitungan FTSE Global Index-large capital market. Hal ini dipicu atas free float saham yang minim.

