Saham Barito Renewables (BREN) ARB, IHSG pun Tergerus Dalam
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terjerembab hingga auto reject bawah (ARB) usai suspensi sahamnya dicabut dan mulai diperdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/5/2024). Koreksi saham emiten kapitalisasi (market cap) terbesar ini memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) terjerembab di intraday sesi I.
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham BREN anjlok hingga ARB senilai Rp 1.125 (10%) menjadi Rp 10.125. Penurunan tersebut langsung berimbas negatif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok 100 poin menjadi 7.154 hingga pukul 10.09 WIB. Sedangkan perdagangan saham BREN masuk dalam papan pemantaun khusus (full periodic call auction), sehingga volume bid dan offer saham ini tidak terlihat di layar perdagangan.
Baca Juga
Market Cap Tembus Rp 1.501 Triliun, Simak Fakta Barito Renewables (BREN) Ini
Penurunan dalam saham emiten milik Prajogo Pangestu tersebut membuat kapitalisasi pasar (market cap) BREN Turun m3enjadi Rp 1.354,58 triliun, meski demikian BREN masih bertengger sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.137 triliun.
Sedangkan saham Prajogo lainnya yang ikut bergerak di zona merah intraday sesi I hari ini, yaitu saham BRPT, CUAN, dan PTRO. Sedangkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat Rp 225 (2,48%) menjadi Rp 9.300.
Baca Juga
Melesat 1.342%, BEI Akhirnya Suspensi Transaksi Saham Emiten Prajogo Ini (BREN)
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham BREN pada 27-28 Mei dipicu atas lomaptan harga dalam beberapa pekan terkahir. Data mengungkap saham BREN telah melesat sebanyak 1.342% dari harga listing perdana pada 9 Oktober 2023 senilai Rp 780 menjadi Rp 11.250 sebelum suspensi saham.
Sebelum dihentikan sementara, FTSE memasukkan saham BREN dalam perhitungan FTSE Global Equity Index kapitalitalisasi pasar besar mulai Juni 2024.
Grafik Saham BREN

