IHSG Berpotensi Menuju 8.000, Saham ADMR dan ULTJ Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Peluang indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/9/2024), menembus level 8.000 kian terbuka didukung penutupan yang kuat kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 7.905 dan resistance 8.000 pada perdagangan hari ini. Sedangkan level suppor yang perlu diwaspadai adalah level 7.726.
Baca Juga
Pemerintah Tata Ulang Candi Borobudur, Pendapatan Berpotensi Tembus Rp 45 Triliun
Sedangkan saham yang layak dicermati hari ini adalah ADMR direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.400-1.485 dan ULTJ direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.930-1.985. Sebaliknya saham ESSA dan PGAS direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi lompatan bursa saham Wall Street ke level tertinggi baru sepanjang masa, seperit Dow Jones Naik 1,26%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 1,70% dan Nasdaq melesat lebih tinggi mencapai 2,51%.
IHSG kemarin ditutup melesat ke level tertinggi baru setelah naik 76,25 poin (0,97%) ke level penutupan 7.905,39. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,08 triliun yang didominasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 557.75 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 452,95 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 309,06 miliar.
Baca Juga
Dampak Suku Bunga hingga Stok Minyak Mentah Turun, Harga Minyak Dunia Naik Lagi 1,7%
Penguatan IHSG kemarin didukung atas penguatan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur naik 1,25%, sektor property menguat 2,23%, sektor enerig naik 1%, sektor material dasar menguat 1,05%, dan sektor keuangan naik 0,95%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan kesehatan.
Kenaikan makin pesat setelah sejumlah saham kapitalisasi pasar (market cap) besar ini menguat pesat, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat ke level tertinggi baru Rp 10.900, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Grafik IHSG

