OJK: Kinerja Industri Perbankan Resilience dan Berdaya Saing
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengungkapkan kinerja industri perbankan tetap resilience dan berdaya saing. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pada sejumlah pos keuangan.
“Per November 2023, (industri perbankan) tetap resilience dan berdaya saing didukung oleh tingkat profitabilitas atau ROA (return on asset) dan permodalan atau CAR (capital adequacy ratio) yang relatif tinggi masing-masing 2,73% dan 27,89% per November 2023,” ujarnya, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (9/1/2024).
Baca Juga
Begitu juga dari sisi intermediasi, lanjut Dian, kredit perbankan tumbuh 9,74% secara tahunan menjadi Rp 6.965,90 triliun. Sementara, dari sisi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 3,04% menjadi Rp 8.216,21 triliun.
Dian mengungkapkan, kondisi likuiditas industri perbankan juga berada dalam level yang memadai. Tercermin dari alat likuid non to core deposit (AL/NCD) berada di level 115,73% dan alat likuid DPK (ALDPK) yaitu 26,04%. Keduanya berada jauh dari threshold masing-masing 0,75% dan 10%.
”Sementara itu kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL nett perbankan sebesar 0,75%, dan NPL gross 2,36%,” katanya.
Baca Juga
Lima Saham Ini Melesat Saat IHSG Anjlok, Bahkan Satu Saham ARA
Dikatakan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional, jumlah kredit restrukturisasi kredit covid melanjutkan tren yang terus menurun menjadi Rp 285,32 triliun, dibanding bulan sebelumnya yaitu Oktober 2023 sebesar Rp 301,16 triliun.
“Menurunnya kredit restrukturisasi dan NPL berdampak positif bagi penurunan rasio loan at risk (LAR) menjadi 11,61%,” pungkasnya. (CR-13)

