KemenKopUKM: Kolaborasi dan Sinergi Wujudkan UMKM Berdaya Saing
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM), Arif Rahman Hakim menegaskan, pentingnya kolaborasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan berbagai stakeholder dalam mewujudkan UMKM berdaya saing.
Terutama dalam mengakselerasi UMKM mengembangkan usahanya serta mendorong transformasi usaha mikro agar lebih adaptif dan kompetitif.
Arif menyebut, pembinaan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM (KUMKM) harus dilakukan secara utuh-terintegrasi hulu-hilirnya dengan membangun ekosistem usaha yang kuat bagi KUMKM.
“Upaya tersebut, didorong dalam arah kebijakan dan strategi untuk transformasi KUMKM yang ditetapkan dalam rencana strategis kami,” ujar Arif dalam keterangan resmi dikutip Sabtu, (6/7/2024).
Baca Juga
Dia menjelaskan, rencana strategis itu mencakup transformasi formal UMKM, transformasi digital UMKM, transformasi UMKM ke dalam rantai pasok/rantai nilai, koperasi modern sebagai bentuk penguatan kelembagaan UMKM, dan pertumbuhan wirausaha produktif.
Strategi transformasi diwujudkan dalam bentuk program/kegiatan strategis yang disinergikan pelaksanaannya bersama K/L dan Pemda serta stakeholder terkait.
“KemenKopUKM tidak dapat berjalan sendiri, karena itu sinkronisasi program dan kolaborasi antara pemerintah Pusat-Daerah, dan dengan stakeholder sangat diperlukan,” katanya.
Ekonomi Indonesia triwulan I-2024 terhadap triwulan I-2023 tumbuh sebesar 5,11% (tyear on year/yoy). Dari sisi produksi, Arif bilang, permintaan domestik yang cukup kuat didukung oleh peningkatan industri pengolahan makanan dan minuman.
“Ini tumbuh sebesar 5,9% diikuti dengan sektor perdagangan yang juga tumbuh sebesar 4,6% yoy,” ujar Arif.
Baca Juga
Dorong UMKM Naik Kelas dan Go Global, Ini yang Dilakukan BNI
Dia menilai, kontribusi pertumbuhan ekonomi ini tidak terlepas dari peran KUMKM. Lebih dari 64 juta unit UMKM di berbagai daerah menjadi andalan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selanjutnya, Program Prioritas KemenKopUKM mencakup, pendataan lengkap KUMKM untuk memperkuat basis data tunggal yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan/stakeholder.
“Tahun ini kami targetkan akan ada lagi penambahan 4 juta data UMKM,” ucap dia.
Kemudian, program pengembangan rumah produksi bersama/factory sharing, untuk membangun ekosistem usaha menuju hilirisasi UMKM berbasis komoditas unggulan. (CR-5)
