Sekuritas Ini Pangkas Target Harga Emiten Rokok, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – MNC Sekuritas memangkas turun target harga saham emiten sektor tembakau, seiring dengan antisipasi kenaikan cukai tembakau. Potensi kenaikan pajak cukai hasil tembakau sigaret putih mesin (SPM) dan sigaret kretek mesin (SKM) didasarkan keputasan pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sebagai informasi, tarif cukai rokok akan mengalami kenaikan lagi pada 2025. Perubahan tarif cukai ini seiring berakhirnya tarif multiyears 2023-2024. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati usulan tarif cukai rokok naik minimal 5% tahun depan.
Baca Juga
Pengusaha Industri Kreatif Sebut Aturan Zonasi Iklan Rokok Bisa Picu PHK
Dalam riset MNC Sekuritas tercatat bahwa target penerimaan cukai dalam rancangan anggaran negara (RAPBN) 2025 adalah Rp 244,2 triliun atau naik 5,9% secara tahunan. Namun, angka itu turun sebesar 0,8% secara tahunan, dibandingkan dengan RAPBN 2024 sebesar Rp 246,1 triliun.
"Sekilas, ini menunjukkan tidak akan ada perubahan dalam pajak cukai tembakau (CHT) untuk 2025. Namun, harus tetap mengantisipasi kenaikan pajak cukai tembakau untuk segmen SPM dan SKM, sementara segmen sigaret kretek tangan (SKT) tetap tidak berubah," kata Research Analyst MNC Sekuritas, Raka Junico dalam catatan risetnya dikutip Selasa, (17/9/2024).
MNC Sekuritas mengungkap skenario bahwa setiap kenaikan cukai untuk 2025-2026, yakni SPM sebesar 5%, lalu SKM sebanyak 5%, dan SKT tidak berubah. Maka tingkat profitabilitas saham emiten ini akan terus turun ke depan.
Baca Juga
Begini Rekomendasi Saham Rokok Pasca Terbitnya Beleid Kesehatan Terbaru
"Kami menurunkan sektor tembakau menjadi Netral, karena potensi kenaikan pajak cukai tembakau. Selain itu, kami menunggu kejelasan tentang kebijakan dari transisi pemerintah baru," ungkap Raka.
Dengan alasan itu, MNC Sekuritas merekomendasikan sell saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan target harga Rp 14.100 dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) hold dengan target harga Rp 800.
Grafik Saham HMPS dan GGRM

