Bunga The Fed Optimistis Dipangkas, Tiga Saham Ini Layak Dilirik Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyebutkan aksi tunggu terhadap rapat penetapan suku bunga The Fed pekan ini dan rapat dewan gubernur Bank Indonesia (BI) akan mejadi faktor utama laju indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pekan ini atau usai Libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin ini (16/9/2024).
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi menjelaskan bahwa sejumlah sentimen yang perlu dipantau oleh trader adalah peluang pemangkasan tingkat suku bunga atau Fed Fund Rate dan potensi dipertahankannya BI Rate.
Baca Juga
Pegang Dua Saham Ini, Anthoni Salim Cuan Rp 20,21 Triliun dalam Dua Pekan
Pekan ini, tepatnya Rabu 18 September 2024, The Fed akan menentukan kebijakan moneternya untuk menentukan tingkat suku bunga atau Fed Fund Rate. Apabila mengacu pada konsensus, The Fed akan memangkas suku bunganya sebesar 25 bps menjadi 5,25%.
"Sebelumnya, dalam pidato Jerome Powell di Simposium Ekonomi Jackson Hole, Powell juga sudah memberikan sinyal yang jelas bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunganya pada pertemuan bulan September. Powell mencatat bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mendingin dengan cepat setelah laporan pekerjaan yang lebih lemah memperkuat keyakinan bahwa inflasi melambat menuju target 2%," ujar Imam dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (16/9/2024).
Pergerakan IHSG, terang Imam, juga bakal dipengaruhi peluang Bank Indonesia akan kembali mempertahankan BI Rate atau suku bunga acuan di level 6,25% pada pertemuan September 2024, sesuai dengan konsensus pasar.
"Pendekatan ini bertujuan untuk mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah kondisi inflasi yang relatif stabil. Namun, ada ekspektasi bahwa BI mungkin mulai melonggarkan kebijakan moneternya pada akhir 2024," tambahnya.
Baca Juga
Berkaca pada sejumlah sentimen di atas, IPOT merekomendasikan 3 saham dan 1 power fund Series untuk trading pekan ini.
Buy TLKM (Support 3.000, Resist 3.280).
IPOT menilai bahwa pemangkasan suku bunga The Fed bisa berdampak signifikan pada industri telekomunikasi. Dengan suku bunga yang lebih rendah, perusahaan telekomunikasi dapat meminjam dengan biaya yang lebih murah yang mana dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan investasi dalam infrastruktur seperti jaringan 5G, meningkatkan kapasitas, atau memperluas layanan mereka ke area yang belum terjangkau.
"Suku bunga yang lebih rendah juga dapat mendorong konsumen untuk mengeluarkan uang lebih banyak, yang bisa berarti peningkatan permintaan untuk layanan telekomunikasi seperti data seluler, langganan streaming, dan paket telekomunikasi lainnya. Salah satu emiten telekomunikasi yang mendapat sentimen positif ini adalah TLKM," papar Imam.
Buy BBRI (Support 5.175, Resist 5.550).
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah juga dapat mendorong peningkatan permintaan kredit dan merangsang aktivitas ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, risiko gagal bayar pada pinjaman cenderung berkurang karena debitur lebih mampu membayar kembali pinjamannya.
“Ini bisa menurunkan tingkat kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) dan meningkatkan kualitas aset perbankan, seperti BBRI,” tambahnya.
Buy ASRI (Support 242, Resist 282).
Di samping itu, suku bunga yang lebih rendah dapat menurunkan biaya KPR, sehingga lebih banyak konsumen mampu membeli properti. Hal ini dinilai dapat berpotensi meningkatkan marketing sales atau profitabilitas perusahaan properti seperti ASRI.

