Asing Agresif Net Buy Empat Saham Bank Papan Atas dalam Dua Pekan Ini, Pertanda Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing terpantau agresif memborong saham bank papan atas memasuki September 2024 atau dalam dua pekan bulan ini. Bahkan, empat bank terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebagai penyumbang terbesar pembelian bersih (net buy) saham kurun waktu 1-13 September 2024.
Berdasarkan data BEI, net buy terbesar disumbangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 1,34 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,18 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1,02 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak Rp 952 miliar.
Baca Juga
Derasnya aliran modal asing ke empat saham bank besar tersebut berimbas terhadap penguatan harga saham bank tersebut sepanjang September 2024 berjalan. Penguatan paling besar dicatatkan saham BBCA dengan kenaikan 0,96% dari Rp 10.325 menjadi Rp 10.425.
Saham BBRI juga melesat sebanyak 2,9% dari penutupan akhir Agustus Rp 5.150 menjadi Rp 5.300 hingga penutupan kemarin. Penguatan serupa mencapai 2,10% melanda saham BMRI dari Rp 7.125 menjadi Rp 7.275. Sedangkan kenaikan tertinggi dicatat saham BBNI sebanyak 5,14% dari Rp 5.350 menjadi Rp 5.625.
Penguatan empat saham tersebut juga berdampak terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan penguatan mencapai 1,85% dari 7.670 ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa 7.812 kurun waktu 1-13 September atau dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga
Sedangkan IHSG BEI pekan ini atau periode 9-13 September 2024 ditutup menguat 1,17% menjadi 7.812. Penguatan tersebut berimbas terhadap kenaikan kapitalisasi pasar (market cap) sebanyak 1,31% menjadi Rp 13.390 triliun.
Tak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa juga melesat 40,10% menjadi Rp 14,98 triliun per hari sepanjang pekan ini, dibandingkan rata-rata pekan lalu senilai Rp 10,69 triliun. Investor asing juga mencatatkan pembelian bersih cemerlang capai Rp 17,95 triliun, sehingga total net buy saham di BEI year to date (ytd) telah mencapai Rp 51,40 triliun.
Grafik Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI

