Ada Investor Domestik Jual 45% Saham Siloam (SILO) Rp 16,68 Triliun ke Pemodal Asing, Lippo Karawaci (LPKR) Hengkang?
JAKARTA, investortrust.id – Ada investor domestik yang melakukan crossing jual sebanyak 5,85 miliar atau sertara dengan 45% saham PT Siloam Hospitals Tbk (SILO) kepada pemodal asing senilai Rp 16,68 triliun. Crossing saham tersebut dilakukan di pasar negosiasi yang dibantu broker jual dan beli BNI Sekuritas.
Berdasarkan data perdagangan saham di bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/9/2024), terungkap sebanyak 5,85 miliar saham SILO tersebut dilepas dengan harga Rp 2.850. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga penutupan saham SILO kemarin Rp 2.880 dan penutupan hari ini Rp 2.950.
Baca Juga
Lippo Karawaci (LPKR) Tuntaskan Penjualan 10,4% Saham Siloam (SILO) Rp 3,85 Triliun
Berdasarkan data, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui PT Megapratama Karya bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan sebanyak 5,09 miliar unit atau 39,17% saham SILO. Sisanya dikuasi Prime Health sebanyak 3,40 miliar atau 26,18% dan Sight Investment Company Pte Ltdsebanyak 1,35 miliar atau 10,4% saham SILO.
Sebelumnya, Lippo Karawaci (LPKR) telah meraup dana senilai Rp 3,85 triliun melalui penjualan sebanyak 1,35 miliar saham SILO dengan harga pelaksanaan Rp 2.850 kepada Sight Investment.Bertindak sebagai broker beli dan broker adalah BNI Sekuritas.
Sebelumnya, Corporate Secretary LPKR Ratif Safitri mengatakan, LPKR berencana menjual sebanyak 1,35 miliar unit saham SILO atau setara dengan 10,4% saham SILO kepada Sight Investment.
“Nilai transaksinya setara dengan Rp 3,85 triliun. Transaksi ini merupakan transaksi berysarat dengan pemenuhan pelaksanaan dilakukan setelah seluruh syarat terpenuhi,” tulisnya.
Baca Juga
Matrik Operasional Tumbuh Baik, Prospek dan Target Saham Siloam (SILO) Dipertahankan Tinggi
Manajemen menungkapkan lebih lanjut bahwa transaksi ini akan berdampak positif bagi perseroan, yaitu penguatan neraca keuangan serta meningkatkan kas LPR. Sedangkan penjualan dan pembelia saham SILO tidak teraffiliasi.
Hingga semester I-2024, Siloam mencatatkan kenaikan pendapatan dari Rp 5,28 triliun menjadi Rp 6,01 triliun. Sebaliknya laba usaha turun dari Rp 738,20 miliar menjadi Rp 581,19 miliar akibat kenaikan beban usaha.
Penurunan tersebut berimbas terhadap penurunan laba periode berjalan dari Rp 526,39 miliar menjadi Rp 336,38 miliar. Hal ini membuat laba per saham dasar SILO turun dari Rp 38,79 menjadi Rp 24,21 per saham.
Grafik Saham SILO

