Bos BEI Sebut Kinerja IHSG Era SBY Tidak Bisa Dibandingkan dengan Era Jokowi
JAKARTA, investortrust.id – Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) antara era kepemimpinan presiden tidak bisa dibandingkan. Pertanyaan ini sebagai respons atas pernyataan tim sukses pasangan calon presiden dalam kesempatan sosialisasi dengan para penguasa Indonesia, Senin (8/1/2024).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengatakan, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) tidak bisa dijadikan alat ukur keberhasilan pembangunan. Alasannya, naik turunnya IHSG banyak dipengaruhi sentimen salah pasar, terutama terkai dengan kondisi ekonomi global.
“IHSG itu terdiri dari berbagai macam komponen. Salah satunya kondisi makro, kalau kita bicara kondisi makro kan termasuk kondisi domestik dan internasional,” ujar Iman saat ditemui di Gedung BEI, Selasa, (9/1/2024).
Baca Juga
Tingkatkan Kualitas Saham Listing, Dirut BEI Iman Rachman Paparkan Skenario Ini
Iman mengaku tidak tidak mengamati pergerakan indeks pada era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, selain dipengaruhi kondisi ekonomi global, kinerja IHSg juga ikut ditentukan jumlah emiten. Kondisi yang sama berlaku pula pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. (CR-5)

