Laba Bumi Resources (BUMI) Turun 84%, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id -- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih sebesar US$ 58,3 juta pada 9 bulan pertama 2023. Laba tersebut turun 84% dibanding perolehan periode sama tahun sebelumnya, karena penurunan harga batu bara sebesar 28% dan kenaikan royalti.
Menurut Director & Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava, kondisipasar dan ekonomi yang menantang memang berdampak pada pendapatan. “Pendapatan BUMI tercatat US$ 1.174,7 juta, lebih rendah dibanding sembilan bulan pertama 2022 sebesar US$ 1.394,8 juta, atau turun sebesar 16%,” kata dia di Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Perseroan mencatat penurunan beban usaha menjadi US$ 62,0 juta, turun 10% (yoy). Laba usaha juga turun 92%, menjadi US$ 16,9 juta, dibanding periode sama sebelumnya US$ 225,0 juta. Adapun laba sebelum pajak terpangkas 85% menjadi US$ 77,3 juta, dari sebelumnyaUS$ 524,6 juta.
Hal itu mengakibatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot sebesar US$ 307,2 juta atau 84% jadi US$ 58,3 juta, dibanding periode sebelumnya US$ 365,5 juta.
“Optimisasi biaya, digitalisasi, bauran energi yang akan dikerjakan, dan upaya untuk mengerjakan bauran energi, menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar dan inventori yang rendah guna mengoptimalkan modal kerja menjadi prioritas utama perseroan saat ini,” kata Dileep.

