ICDX: Penguatan Harga Emas Berlanjut Seiring Pelemahan Kinerja Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas kembali menguat ke zona US$ 2.516 per troy ons, dengan pergerakan sebesar 0,09% dibandingkan dengan hari perdagangan kemarin. Menguatnya harga emas dipicu oleh melemahnya kinerja dolar AS pasca rilisnya data perubahan ketenagakerjaan swasta non-pertanian ADP, yang mengindikasikan bahwa peningkatan dalam jumlah pekerjaan masih lebih rendah dari ekspektasi.
Hal ini membuat para investor berspekulasi akan adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed dalam level yang lebih besar pada pertemuan mendatang, sehingga membuat harga emas berlanjut menguat pada Jumat (6/9/2024) pagi ini.
Riset Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) terbaru menyebutkan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.500 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.525.
"Support terjauhnya berada di area US$ 2.470 hingga ke area US$ 2.455, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.530 hingga ke area US$ 2.535," tulis riset, Jumat (6/9/2024).
Semakin intensifnya pelemahan kinerja dolar AS terjadi di tengah pasar tenaga kerja yang menunjukkan perlambatan. Hal itu pasca rilisnya data perubahan ketenagakerjaan swasta non-pertanian ADP yang menunjukkan bahwa perubahan jumlah lapangan kerja dari sektor swasta non-pertanian di AS meningkat sebesar 99.000 pekerjaan pada bulan Agustus. Berkurang sebesar 12% dari bulan Juli yang menunjukkan bahwa perubahan jumlah lapangan kerja meningkat sebesar 111.000 pekerjaan.
Baca Juga
Peningkatan dalam jumlah lapangan kerja pada bulan Agustus tersebut juga merupakan level peningkatan terkecil dalam tiga setengah tahun terakhir, sehingga menunjukkan adanya potensi perlambatan yang signifikan dalam jumlah perekrutan tenaga kerja. Meskipun begitu, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, pada hari Kamis (5/9/2024) lalu menyatakan bahwa pasar tenaga kerja AS cenderung tetap sehat karena didukung oleh perekonomian AS yang masih tangguh, mengingat tingkat belanja konsumen dan belanja investasi relatif stabil sehingga dapat mendukung stabilitas ekonomi.
Meskipun begitu, spekulasi investor cenderung menguat ke arah adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang dilakukan dalam level yang lebih besar pada pertemuan mendatang, mengingat adanya urgensi untuk mendorong penguatan pasar tenaga kerja di tengah tekanan inflasi yang mereda. Oleh karena itu, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kondisi terkini di pasar tenaga kerja, perhatian para investor tertuju pada rilisnya data ketenagakerjaan AS lainnya pada hari ini, seperti non-farm employment change dan tingkat pengangguran.
Baca Juga
Luno Indonesia Bandingkan Bitcoin dengan Emas, Kripto Layak Dijadikan Aset Investasi?
Dari kondisi geopolitik dunia, meskipun Israel dan Hamas telah sepakat untuk melakukan jeda singkat dalam pertempuran yang terjadi di Gaza sejak hari Minggu (1/9/2024) lalu dalam rangka mengadakan vaksinasi polio di kawasan tersebut, pertempuran antara kedua pihak masih terus berlanjut di wilayah lain sekitar tempat vaksinasi.
Pertempuran yang terus berlanjut kembali menyebabkan dampak yang negatif, seperti yang dilaporkan oleh otoritas kesehatan Gaza bahwa lima orang Palestina tewas dalam serangan udara Israel ke Rumah Sakit Al-Aqsa di kawasan Jalur Gaza tengah pada hari Kamis. Selain itu, upaya diplomatik untuk mendapatkan kesepakatan gencatan senjata dalam jangka panjang serta pembebasan tawanan perang kembali gagal untuk dicapai.
Saat ini, pasukan Israel terus terlibat dalam operasi untuk memerangi para pejuang Hamas dan kelompok militan Jihad Islam di berbagai wilayah Jalur Gaza. Kondisi ini memicu ketakutan bahwa konflik yang telah terjadi secara berkepanjangan tersebut akan dapat meluas. Hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan harga emas yang dianggap sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

