Laju IHSG Akhirnya Terhenti hingga Terkoreksi 1,01%, tapi Lima Saham Ini Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/9/2024), ditutup anjlok 78,01 poin (1,01%) menjadi 7.616,52. Bahkan, IHSG sempat sentuh level di bawah 7,600, tepatnya 7.598 dan level tertinggi 7.726,66.
Pelemahan IHSG dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi 3,04%, sektor konsumer primer 1,49%, sektor infrastruktur 1,39%, sektor properti 0,85%, sektor keuangan 0,32%, sektor material dasar 0,49%, dan sektor energi 0,53%. Sebaliknya penguatan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,36%.
Baca Juga
IHSG Mendadak Terjungkal lebih dari 1%, Ternyata Ini Penyebabnya
Meski IHSG diterpa aksi ambil untung (profit taking), sejumlah saham torehkan lompatan harga. Di antaranya, saham PT Inter Delta Tbk (INTD) melesat 34,56% menjadi Rp 183, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) naik 33,33% menjadi Rp 180, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) melesat 28,57% menjadi Rp 216, PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) menguat 16,67% menjadi Rp 805, dan PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menguat 16,44% menjadi Rp 85.
Sebaliknya koreksi terdaalam melanda saham berikut, yaitu saham PT Pakuan Tbk (UANG), PT MNC Land Tbk (KPIG), PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA), PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).
Baca Juga
Manchester United Kalah 2 Kali di Awal Musim, Erik ten Hag Tetap Percaya Diri
Terkait koreksi indeks hari ini, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa pelemahan IHSG hari ini masih wajar dipicu minimnya sentiment positif di BEI. “Dari sisi global, Amerika Serikat sedang memperingati labor day yang membuat perdagangan saham di negara tersebut libur. Sedangkan dari sisi domestic, PMI manufaktur dua kali mengalami kontraksi, indeks manufaktur turun ke 48,9 pada Agustus 2024, dibandingkan Juli 2024 sebesar 49,3,” kata Nafan saat dihubungi investortrust.id Selasa (3/9/2024).
Penurunan data PMI tersebut, terang Nafan, menandakan low on demand domestic. Pelemahan tersebut juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan deflasi 4 bulan berturut-turut, sehingga wajar IHSG terkoreksi. Meski laju penguatan IHSG terhenti hari ini, Nafan menegaskan, Mirae Asset masih menargetkan target IHSG hingga akhir tahun 2024 menuju level 7.915. “Target IHSG tahun ini tetap 7.915. Target ini didukung derasnya capital inflow dalam rangka defense pivot policy, nah hal tersebut esensial sekali,” terang Nafan.
Grafik IHSG

