Gencar Ekspansi Pasar, Segini Target Harga saham Autopedia Sukses (ASLC)
JAKARTA, investortrust.id – Emiten perdagangan otomotif omnichannel bidang penjualan retail mobil bekas, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) gencar ekspansi pasar. Sedangkan secara teknikal, saham ASLC diperkirakan tetap berpotensi lanjutkan penguatan.
Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari Jany Candra menjelaskan, ekspansi penjualan mobil bekas melalui Caroline.id dan bisnis lelang lewat PT JBA, dilatarbelakangi cerahnya prospek penjualan kendaraan bekas akhir-akhir ini.
Manajemen melihat, penjualan mobil bekas di Indonesia tumbuh lebih pesat dibandingkan penjualan mobil baru. Perusahaan pun optimistis pendapatan tahun ini akan tumbuh dua digit.“Tentu saja kami akan berusaha yang terbaik untuk memanfaatkan prospek penjualan mobil bekas yang semakin positif ini. Oleh karenanya, ASLC akan semakin giat menggelar ekspansi cabang untuk menangkap peluang peningkatan pasar mobil bekas yang sedang berlangsung,” terang Jany secara tertulis, yang dikutip pada Selasa (27/8/2024).
Baca Juga
Kejar Pertumbuhan Dua Digit, Autopedia (ASLC) Relokasi Balai Lelang
Perusahaan memfokuskan pembukaan showroom di lokasi yang lebih strategis terutama di area Jabodetabek untuk mendorong pertumbuhan yang lebih cepat.
Sementara itu di sisi internal, perusahaan juga meningkatkan proses bisnis, demi menunjang pertumbuhan yang pesat. Kemajuan ini didukung oleh tersedianya infrastruktur teknologi dan jaringan layanan yang telah dibangun selama ini.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga, kenaikan harga mobil baru, serta ketidakpastian kondisi makro ekonomi membuat sebagian masyarakat berpaling, dari membeli mobil baru menjadi membeli mobil bekas yang harganya lebih terjangkau. Akibatnya, angka penjualan mobil baru mengalami penurunan.“Manajemen akan fokus pada upaya-upaya pengembangan bisnis, peningkatan produktivitas, serta menjaga efisiensi biaya,” sambung Jany.
Lebih jauh, terang dia, guna mendorong percepatan perkembangan bisnis, perusahaan telah menetapkan strategi offline to online to offline. Sistem ini akan menarik pelanggan secara offline melalui showroom, kemudian menjelajahi stok kendaraan secara online, lalu mengunjungi showroom untuk menyelesaikan pembelian.
Baca Juga
Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Cetak Kenaikan Laba 4 Kali Lipat
Maka dari itu perusahaan berkomitmen untuk terus menambah jaringan outlet baik di unit bisnis JBA, Caroline.id, maupun unit usaha terbaru yaitu MotoGadai. Sepanjang 2024, ASLC sudah menambah enam showroom baru di Ciledug, Pondok Cabe, Karawang, Tambun, Mampang dan Poris. Sedangkan Caroline.id akan menambah showroom lagi menjadi total 18 showroom pada akhir 2024.
Selain itu, perusahaan gencar melakukan pemasaran secara online di berbagai platform media sosial. “Untuk semakin meningkatkan brand awareness, perusahaan akan terus memperkuat sinergi jaringan offline dan online yang dimiliki melalui sosial media,” jelas Jany.
Pada paruh pertama tahun ini, perusahaan menunjukkan performa positif. Didukung prospek industri kendaraan bekas yang semakin cerah, manajemen pun optimistis meraih target pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga
Lebarkan Sayap, Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Garap Bisnis Penjualan Motor Bekas
Di lain pihak, Technical Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memaparkan bahwa pergerakan saham ASLC secara teknikal masih cenderung sideways dalam jangka pendek. “Meski demikian, pergerakannya disertai volume pembelian. Dari sisi indikator, MACD masih berada di area positif dan Stochasticnya berpeluang golden cross ke area overbought,” jelasnya kepada Investortrust.id.
Herditya pun merekomendasikan investor untuk trading buy saham ASLC dengan level support Rp 95 dan resistance Rp 108. Target harga saham ASLC diperkirakan berada pada kisaran Rp 112-118. Sampai penutupan perdagangan Selasa (27/8/2024) di Bursa Efek Indonesia, saham ASLC telah menempati level Rp 105 atau turun 0,94% dari hari sebelumnya.
Grafik Saham ASLC

