The Fed Dipastikan Pangkas Suku Bunga, Bitcoin Melonjak hingga US$ 64.000-an
JAKARTA, investortrust.id - Harga kripto mengalami peningkatan signifikan di akhir pekan ini. Langkah itu seiring Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS) Jerome Powell yang mengkonfirmasi siklus pelonggaran moneter bulan depan dan Robert F Kennedy Jr yang ramah terhadap mata uang kripto mendukung Donald Trump dalam kampanye presiden AS November mendatang.
Menilik data Coinmarketcap, Sabtu (24/8/2024) pukul 13.05 WIB, harga Bitcoin (BTC) naik 5% selama 24 jam terakhir dan diperdagangkan pada US$ 64.032. Token seperti Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), Tron (TRX) bahkan naik 5% lebih.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$ 2,25 triliun, meningkat 4,21% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 87 miliar, meningkat 50,94%. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 56,10%, meningkat 0,51% sepanjang hari.
Pada 23 Agustus 2024, pasar keuangan global diguncang oleh pengumuman Federal Reserve AS yang memutuskan untuk menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2019.
Baca Juga
Indonesia Masuk Peringkat 10 Besar dalam Hal Adopsi Aset Kripto
Langkah ini berdampak besar pada pasar kripto, terutama Bitcoin, yang langsung melonjak menembus angka US$ 62.000 dan kini ke US$ 64.000. Keputusan ini memicu optimisme di kalangan investor, dengan banyak yang bertanya-tanya apa yang menyebabkan lonjakan ini dan bagaimana prospeknya ke depan
Mengutip Pintu, Sabtu (24/8/2024) Ketua The Fed Jerome Powell yang mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga akan lebih fleksibel di masa depan. Powell menyebut bahwa “waktunya telah tiba untuk menyesuaikan kebijakan” yang menandakan pendekatan lebih lunak dalam kebijakan moneter. Meskipun Powell tidak memberikan jadwal pasti kapan penurunan suku bunga berikutnya akan terjadi, pasar telah memperkirakan adanya pemotongan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan The Fed di akhir September.
Kondisi pasar tenaga kerja juga menjadi sorotan, dengan revisi penurunan jumlah lowongan pekerjaan yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa peluang kerja untuk 12 bulan hingga Maret 2024 telah direvisi turun sebesar 818.000, yang menambah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi.
Namun, kebijakan yang lebih akomodatif dari The Fed diharapkan dapat memberikan stimulus yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya, memperkuat pasar kripto.
Baca Juga
Sektor Kripto Diprediksi akan Menjadi Fokus Kampanye Kamala Harris
Apa Selanjutnya untuk Kripto?
Pengumuman dari The Fed ini tidak hanya mempengaruhi Bitcoin, tetapi juga memberikan sentimen positif untuk pasar kripto secara keseluruhan. Beberapa analis, termasuk mantan CEO BitMEX Arthur Hayes memperkirakan bahwa ini adalah awal dari periode “up only” untuk kripto.
Hal ini didorong oleh optimisme bahwa penurunan suku bunga akan mendorong lebih banyak investasi ke dalam asset digital yang dikenal dengan karakteristiknya sebagai aset berisiko tinggi namun berpotensi memberikan imbal hasil yang tinggi.
Namun, penting bagi para investor untuk tetap waspada, mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi. Meskipun ada peluang besar, setiap langkah investasi harus dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan riset yang matang.
Pengaruh kebijakan moneter The Fed terhadap kripto menunjukkan bahwa pasar ini semakin terhubung dengan dinamika ekonomi global, dan setiap perubahan kebijakan dapat memiliki dampak yang signifikan.

