Aksi Borong Asing Tak Terbendung Sebulan Rp 12,46 T, Saham Bank Ini Jadi Incaran
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,26 triliun di seluruh pasar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/8/2024), ditutup anjlok sebanyak 65,91 poin (0,87%) menjadi 7.488,68.
Berlanjutnya aksi borong saham tersebut menjadikan total net buy saham di BEI selama sebulan terakhir telah mencapai Rp 12,46 triliun. Dengan penyumbang terbesar datang dari saham BBCA Rp 3,41 triliun dan BMRI senilai Rp 3,14 triliun.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 944,01 miliar, PT Astra Interantional Tbk (ASII) Rp 178,05 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 168 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 127,42 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 114,62 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Adaro Minerals Tbk (ADMR) Rp 454,39 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 96,77 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 31,98 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 31,85 miliar, dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Rp 23,90 miliar.
Terkait koreksi IHSG hari ini mematahkan lompatan IHSG dalam empat hari terakhir dengan kenaikan cetak rekor tertinggi baru (all time hihg/ATH) tiga hari beruntun. Sebaliknya lima saham justru cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), saat indeks dilanda aksi ambil untung (profit taking) hari ini.
Pelemahan IHSG dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, seperti saham sektor keuangan 1,19%, sektor teknologi 1,40%, sektor konsumer primer 1,24%, sektor infrastruktur 1,50%, dan sektor transportasi 1,23%.
Baca Juga
Saham Bank Permata (BNLI) Mendadak ARA Usai Pengumuman RUPSLB, Ada Kaitan dengan Free Float Saham?
Meski IHSG dilanda penurunan dalam, lima saham ini justru catatkan penguatan hingga ARA, yaitu saham saham PT Jaya Agtra Wattie Tbk (JAWA) melesat Rp 30 (34,48%) menjadi Rp 117, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) melesat Rp 32 (34,78%) menjadi Rp 124, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik Rp 17 (33,33%) menjadi Rp 68.
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Green Power Group Tbk (LABA) sebanyak Rp 108 (25%) menjadi Rp 540 dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) melesat Rp 230 (24,60%) menjadi Rp 1.165.
Grafik IHSG Ytd

