Analis Sepakat Harga Bitcoin akan Melonjak September Mendatang. Tembus ke US$ 86.000?
JAKARTA, investortrust.id - Menurut analis populer dari Rekt Capital, harga Bitcoin berpeluang mengalami lonjakan tajam pada September mendatang. Hal ini didasari oleh pola grafik pasca halving sebelumnya.
”Bitcoin cenderung menembus fee parabola dari siklus tersebut sekitar 160 hari setelah halving. Jika sejarah berulang, Bitcoin mungkin hanya butuh waktu sekitar satu bulan lagi untuk menembusnya. Itu terjadi pada akhir September,” ujarnya, dalam postingan X, dilansir dari Cointelegraph, Selasa (20/8/2024).
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$ 2,13 triliun, meningkat 2,65% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 61,61 miliar, meningkat 27,22%. Volume semua koin stabil sekarang mencapai US$ 56,83 miliar, yang merupakan 92,25% dari total volume pasar kripto 24 jam. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 56,05%, meningkat sebesar 0,30% sepanjang hari.
Baca Juga
Top! BlackRock Melampaui Grayscale sebagai Penyedia ETF Kripto Terbesar di Dunia
Kepala Analis Kripto Real Vision Coutts mengatakan, dengan prospek ekonomi makro yang menjanjikan, Bitcoin dapat mengalami peningkatan berkat meningkatnya pasokan mata uang M2 (perkembangan uang beredar) global.
“Selama dekade terakhir, Bitcoin cenderung mengalami penurunan beberapa bulan sebelum mencapai titik terendah dalam M2 global. Kemudian, Bitcoin melonjak, melampaui pergerakan likuiditas dan mengalami koreksi di pertengahan siklus,” katanya.
Dikatakan dia, likuiditas global yang terus meningkat dari pasokan mata uang M2, dipadukan dengan dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin akan menciptakan pengaturan yang sempurna untuk Bitcoin.
Dorongan tambahan, lanjut Coutts, mungkin juga datang dari arus masuk ETF Bitcoin yang berubah positif selama dua hari berturut-turut minggu lalu, dengan arus bersih positif sebesar US$ 35,9 juta.
Baca Juga
Pemerintah AS Jual Bitcoin Silk Road, Begini Dampaknya Bagi Pasar Kripto
Lalu, Analis Kripto Populer Titan of Crypto menyebut, target utama harga Bitcoin berikutnya bisa jadi sekitar US$ 86.000 jika berhasil menembus level tersebut pada September. “Target Bitcoin menengah: US$ 86.000. Apakah anda akan bertaruh pada pola megafon ini yang akan terjadi?,” tulisnya di X.
Pola grafis teknis megafon terdiri dari setidaknya dua titik tertinggi yang lebih tinggi, dan dua titik terendah dari yang lebih rendah. Pola ini terjadi ketika pasar sangat fluktuatif dan menandai puncak makro atau dasar makro.
Namun, Analis Rekt Capital menjelaskan, harga Bitcoin gagal mencetak penutupan harian di atas tren turunnya saat ini, yang dapat berarti titik terendah yang lebih rendah dalam jangka waktu pendek.
“Kenyataannya adalah harga Bitcoin akan terus mengalami tren turun hingga mencapai titik impas. Namun, Bitcoin hanya perlu satu penutupan harian di atas tren turun untuk membalikkan keadaan,” ucap dia.

