IHSG Berakhir Koreksi Usai ATH Kemarin, Dua Saham Ini Beri Keuntungan Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/8/2024), akhirnya dilanda aksi ambil untung (profit taking) setelah dibuka melesat hingga pecahkan rekor intraday tertinggi baru (all time high/ATH) tembus 7.460.
Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup melemah sebanyak 26,54 poin (0,36%) menjadi 7.409,50 hingga, dibandingkan kemarin yang ditutup berada di level tertinggi sepanjang masa. Pergerakan indeks dalam rentang 7.386-7.460 dengan nilai transaksi Rp 7,99 triliun.
Baca Juga
BTN (BBTN) Tetap Ekspansif di Tengah Lonjakan Biaya Dana, Ini Pandangan Analis
Koreksi tersebut dipengaruhi atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur 0,72%, sektor material dasar 0,66%, sektor energi 0,65%, sektor keuangan 0,24%, dan sektor industri 0,39%. Sedangkan sektor saham yang bergerak di zona hijau terdiri atas saham sektor properti, konsumer primer, transportasi, dan teknologi.
Meski IHSG ditutup di zona merah, saham PT Argo Pantes Tbk (ARGO) berhasil naik auto reject atas (ARA) sebesar Rp 220 (24,86%) menjadi Rp 1.105 dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) ARA Rp 60 (24,59%) menjadi Rp 304.
Kenaikan serupa melanda saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) naik Rp 15 (15%) menjadi Rp 115, PT Tempo Scan Padific Tbk (TSPC) menguat Rp 360 (14,75%) menjadi Rp 2.800, dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST) naik Rp 15 (13,16%) menjadi Rp 129.
Baca Juga
Anindya Bakrie: Raihan Medali di Olimpiade 2024 Bukti Pembinaan Olahraga Makin Luas
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Victoria Insurance Tbk (VINS), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), PT Green Power Group Tbk (LABA), PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), dan PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY).
IHSG kemarin ditutup ke rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 7.436,04. Pemodal asing kembali torehkan pembelian bersih (net buy) saham lebih dari Rp 500 miliar dengan penyumbang terbesar saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 266,24 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 100,61 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 47,83 miliar.
Grafik IHSG

