Tren Pelemahan Terpatahkan, Potensi Rebound Saham Bank Jago (ARTO) Terbuka
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) berbalik menguat (rebound) hingga melesat 13,69% menjadi Rp 1.835 pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Padahal, saham ini sempat bergerak di awal teransaksi.
Lonjakan harga saham di awal pekan ini sekaligus mematahkan tren pelemahan harga yang berlangsung beberapa minggu terakhir.
Baca Juga
Jago (ARTO) dan GoPay Siap Rilis Inovasi Baru, Diprediksi Jadi Titik Balik
Data BEI mengungkap saham ARTO bergerak dalam rentang Rp 1.530-1.850. Sedangkan level tertinggi saham ini berada di rentang Rp 1.850 per saham. Investor agresif membeli setelah beredar informasi produk GoPay Tabungan by Jago akan diluncurkan pada Rabu mendatang (18/10).
Produk inovatif tersebut bukan hanya menjadi terobosan penting bagi industri jasa keuangan, juga bisa menjadi jalan pintas Bank Jago untuk meningkatkan jumlah nasabah dan pengumpulan dana pihak ketiga. Fase berikutnya setelah DPK dan peningkatan basis nasabah ya menyalurkan pinjaman. “Ini akan menjadi game changer, baik bagi Jago dan GOTO,” kata Rizal Ramly analis Panin Sekuritas.
Penguatan harga saham ARTO berbanding terbalik dengan saham PT Bank Allo Indonesia Tbk (BBHI) yang hanya menguat Rp 10 (0,78%) menjadi Rp 1.300. Sebaliknya saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) turun Rp 4 (1,44%) menjadi Rp 274.
Baca Juga
Ini Dia Jurus Bank Jago Tetap Eksis dalam Persaingan Bank Digital
Penguatan saham ARTO juga berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun sebanyak 33 poin (0,46%) menjadi 6.892 hingga pukul 14.40.
Direktur Segara Institut Piter Abdullah Redjalam menjelaskan antusiasme publik, terutama shareholders, didukung dua faktor pendorong, yaitu pertama, produk ini merupakan implementasi dari integrasi dompet digital dengan bank digital. Apalagi GoPay dan Jago kini tercatat sebagai pionir dan naik level meninggalkan kompetitornya.
Faktor kedua, GoPay Tabungan by Jago bisa menjadi titik balik kedua perusahaan sekaligus fondasi yang kuat untuk mencapai pertumbuhan ke depan.
“Bagi bank Jago, produk ini akan berdampak positif pada jumlah nasabah dan pengumpulan dana pihak ketiga (DPK). Sedangkan bagi GoPay, ini menjadi pijakan yang kuat untuk memperluas ekspansi di bisnis finansial,” kata Piter.
Baca Juga
Dia melanjutkan, kerja sama tersebut tak hanya dinikmati Jago dan GOTO. Publik pun diuntungkan dengan kemudahan dalam bertransaksi dan mengakses produk layanan perbankan, berkat integrasi e-wallet dan bank digital yang semakin seamless.
Rencana peluncuran produk GoPay Tabungan by Jago terungkap dari undangan media yang dirilis sejak akhir pekan lalu. “Untuk mengetahui lebih jauh mengenai inisiatif tersebut, kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir di konferensi pers GoPay Tabungan by Jago, yang akan digelar besok pada 18 Oktober,” tulis manajemen dalam undangannya.

