Potensi Cuan Saham Tunas Baru (TBLA) Capai 74% Didukung Dua Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Ekspektasi pertumbuhan volume produksi minyak sawit mentah (CPO) ditambah dengan ekspansi refinery biodiesel menjelang penerapan B40 diharapkan menjadi mesin penopang kinerja keuangan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA).
Kedua factor tersebut diharapkan menjadikan saham TBLA layak dilirik dengan rekomendasi dipertahankan beli dengan target harga Rp 1.100. Sedangkan pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu, saham TBLA ditutup Rp 630, sehingga terbuka potensi penguatan harga 74,60%.
Baca Juga
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, volume produksi Tunas Baru (TBLA) diproyeksikan pulih pada paruh kedua tahun ini setelah volume produksi tandan buah segar (TBS) mengalami perlambatan paruh pertama akibat El Nino. Kondisi ini membuat perseroan meningkatkan pembelian tandan buah segar (TBS) dari pihak ketiga, sehingga margin keuntungan penjualan CPO turun.
Estimasi Kinerja Keuangan TBLA
Sumber: Sucor Sekuritas
“Kami mengantisipasi pulihnya panenan sawit perseroan yang diharapkan berdampak terhadap peningkatan volume produksi dan margin keuntungan penjualan CPO pada paruh kedua tahun ini,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Selain factor tersebut, dia mengatakan, peluang kebangkitan kinerja keuangan perusahaan yang tergabung dalam Sungai Budi Group di bawah kendali Sudarmo Tasmin ini didukung ekspansi refinery biodiesel dari 315 ribu ton per tahun menjadi 765 ribu ton per tahun bulan ini. Hal ini sejalan dengan perkiraan rampungnya Pembangunan pabrik biodiesel kedua dan pabrik CPO.
Baca Juga
Saleh Husin Ungkap Hilirisasi CPO Bisa Tambah Devisa Indonesia Sebesar US$ 7 Miliar
Tunas Baru (TBLA) disebut telah mengamankan kontrak penjualan sebanyak 381 ribu biodiesel tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi dari kapasitas perseroan sebanyak 315 ribu ton per tahun. “Penambahan kapasitas pabrik biodiesel membukan kesempatan bagi TBLA untuk meningkatkan kontrak volume menjelang penerapan B40 tahun depan,” tulisnya.
Sebagaimana diperkirakan penerapan mandatori B40 mulai tahun 2025 akan membuat volume biodiesel nasional meningkat menjadi 15 juta kilo liter, dibandingkan sebelumnya 13,2 juta kl. Hal ini bisa menjadi sentiment positif terhada bisnis perseoran ke depan.
Sedangkan dari segmen bisnis gula, dia mengatakan, Tunas Baru (TBLA) masih menunjukkan pertumbuhan mengesankan, apalagi setelah pemerintah menetapkan keniakan harga pasar gula dari semulai Rp 17.500 menjadi Rp 18,500 per kilo gram pada April 2024. “Kami memperkirakan kenaikan harga jual tersebut akan terefleksikan pada kuartal berikut setelah dilakukan kenaikan harga,” terangnya.
Baca Juga
Lonjakan Permintaan Cina dan India Dongkrak Harga Referensi CPO Juli 2024
Berbagai factor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TBLA dengan target harga Rp 1.100. Target tersebut memperkirakan kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 910 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 611 miliar.
Hingga Semester I-2024, perseroan membukukan penurunan laba bersih dari Rp 336 miliar menjadi Rp 301 miliar akibat penurunan volume penjualan CPO bersamaan dengan penurunan margin keuntungan segmen bisnis ini. Sedangkan penjualan naik dari Rp 8,01 triliun menjadi Rp 8,24 triliun.
Grafik Saham TBLA

