Mengapa Investor Kripto Bertambah Pesat, Dibandingkan Saham?
JAKARTA, investortrust.id – Investasi aset kripto kini menunjukkan pertumbuhan pesat tercermin dari peningkatan jumlah investor aset kripto yang terdaftar sebanyak 20,24 juta pelanggan hingga Juli 2024. Jika dihitung secara rata-rata sejak Februari 2021, jumlah investor aset ini bertambah sekitar 430.500 investor per bulan.
Head of Investment Solution Mirae Asset Roger MM mengatakan, sebagian investor memiliki berinvestasi pada aset kripto, karena harganya lebih volatile, dibanding saham. Selain itu, pelaku investor saham tidak global, sehingga pemainnya terlalu sedikit.
Baca Juga
Bappebti Resmikan PINTU dan Pluang Sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto
"Kemudian faktor yang mempengaruhi kripto itu global, kalau di saham kan enggak, di saham kan emiten jadi terlalu sempit scoop-nya kan. Kalau misalnya kita mau beli saham Semen Gresik (SMGR), berarti kan cuma semen doang yang mempengaruhi naik turunnya (saham)," ujar Roger saat ditemui di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Hal ini, menurut Roger, membuat pergerakan harga kripto lebih menarik, dibandingkan saham bagi spekulan trader, karena volatilitasnya cukup tinggi ,sehingga trader berfikir mudah mendapat cuan di kripto.
"Prinsip saya berinvestasi lah pada produk yang sudah Anda sudah kenal, kadang orang enggak kenal kripto tiba-tiba ikut-ikutan (fear of missing out/FOMO). Nah risikonya kan harus dipelajari dulu, lebih baik berinvestasi yang sudah dikenal," bebernya.
Baca Juga
BEI Optimstis Nilai Transaksi Saham Kembali Ramai Semester II-2024
Pemodal, terang dia, mulai mengurangi transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa bulan terakhir akibat implementasi Papan Pemantauan Khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction. Hal ini mendorong pemodal mulai mencari alternatif investasi lain, seperti kripto.
"Mungkin ada instrumen lain yang lebih menarik secara volatilitas, pelaku kripto kan lebih banyak dari yang berinvestasi di pasar modal gitu," terang Roger.

