Ikuti Bursa Asia dan Global, IHSG Dibuka Anjlok Lebih dari 100 Poin
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/8/2024), dibuka terjungkal dengan penurunan lebih dari 100 poin (1,43%) menjadi 7.204. Koreksi ini sejalan dengan penurunan hampir seluruh bursa saham Asia.
Koreksi IHSG tersebut dipengaruhi atas penurunan seluruh sektor saham dengan pelemahan rata-rata lebih dari 1%. Di antaranya, saham sektor energi, sektor konsumer primer, sektor infrastruktur, sektor keuangan, dan sektor material dasar.
Baca Juga
Saham Melesat hingga Mau Diakuisisi BSD (BSDE), Suryamas Dutamakmur (SMDM) Akhirnya Kena Suspend
Meski IHSG terpental, saham PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) justru melesat 30% menjadi Rp 184, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) melesat 18,55% menjadi Rp 292, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) melambung 17,36% menjadi Rp 710.
Sebaliknya koreksi dalam melanda saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD).
Koreksi IHSG sejalan dengan anjloknya bursa saham Wall Street akhir pekan lalu, yaitu Dow Jones melemah 1,51%. Pelemahan paling dalam melanda indeks Nasdaq mencapai 2,43% disusul indeks S&P500 anjlok 1,51%.
Baca Juga
Jajaki BTS Terbang, Begini Dampaknya bagi Prospek Keuangan dan Saham Mitratel (MTEL)
Sementara itu, IHSG akhir pekan lalu ditutup turun 17,86 poin (0,24%) menjadi 7.308,12 dengan nilai transaksi Rp 8,32 triliun. Indeks sempat anjlok hingga ke level di bawah 7.300, tepatnya 7.264.
Pelemahan indeks dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi, sektor infrastruktur, sektor transportasi, material dasar, dan sektor keuangan. Sebaliknya saham sektor energi, konsumer primer, dan properti.
Meksi IHSG melemah, beberapa saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) naik 34,29% menjadi Rp 141, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 24,86% menjadi Rp 1.155 dan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) sebanyak 24,59% menjadi Rp 456.
Grafik IHSG

