2 Jam Perdagangan, IHSG Anjlok lebih dari 100 Poin, Semua Sektor Saham Merah
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam dua jam perdagangan, Kamis (19/6/2025), telah anjlok lebih dari 100 poin, tepatnya 103 poin (1,44%) menjadi 7.005 hingga pukul 10.30 WIB. Level koreksi ini tercatat yang terbesar dalam sebulan terakhir.
Kejatuhan tersebut dipicu penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 3,16%, sektor energi 2,24%, dan sektor transportasi. Sisanya melemah lebih dari 1%.
Baca Juga
Efek Jumpa Donald Trump? Juventus Bantai Al Ain 5 Gol Tanpa Balas
Penurunan juga dipicu kejatuhan saham big cap, seprti empat saham bank besar BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BREN, dan BRPT. Penurunan juga saham RAJA dan RATU.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan mayoritas bursa saham Asia, seperit Nikkei anjlok 271 poin, Hang Seng terjun sebanyak 726 poin, dan Strait Time melemah 20 poin. Penurunan juga melanda bursa saham AS dan Eropa semalam.
Sedangkan pada pembukaan pagi ini, IHSG bergerak stagnan saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) kembali torehkan auto reject atas (ARA) dengan kenaiakn 24,59% menjadi Rp 304. Saham PT SLJ Global Tbk (SULI) naik 17,53% menjadi Rp 114 dan PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 11,04% menjadi Rp 181. Sebaliknya penurunan tajam melanda saham OBAT, GPRA, dan SATU.
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun, Platinum Tertinggi dalam 4 Tahun Terakhir
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 48,06 poin (0,67%) menjadi 7.107 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 649,39 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA dan AMMN.
Pelemahan tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer 1,29%, sektor teknologi 1,21%, sektor keuangan 0,84%, sektor consumer non primer 0,60%, dan sektor infrastruktur 0,28%. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor property dan industry.

