Kenaikan Harga Kertas Dinilai Mulai Terbatas, Cek Rekomendasi Saham INKP dan TKIM
JAKARTA, investortrust.id - Dua emiten pulp and paper milik Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM), mencatatkan peningkatan laba bersih pada semester I-2024.
TKIM membukukan laba bersih sebesar US$ 215,22 juta atau naik 234% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 64,42 juta, sementara laba bersih INKP mencapai US$ 278,76 juta atau naik 4% yoy dari US$ 268 juta.
Adapun penjualan bersih INKP menurun 17% dari US$ 1,93 miliar menjadi US$ 1,60 miliar pada semester I-2024. Hal yang sama dialami TKIM yang membukukan penjualan sebesar US$ 517,89 juta pada semester I-2024 atau melemah 7% dari US$ 554,98 juta pada semester I-2023.
Atas perolehan laba bersih, maka laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari INKP dan TKIM masing-masing sebesar US$ 0,05 per saham dan US$ 0,06 per saham.
Baca Juga
Saham TKIM, INKP, MEDC, hingga AALI Diprediksi Menguat di Tengah Tren Pelemahan IHSG
Menurut riset Stockbit, dari sisi operasional, harga pulp yang naik 9% secara kuartalan (qoq) ke level US$ 718 per ton lebih dirasakan oleh TKIM.
Sementara kenaikan laba bersih INKP lebih disebabkan oleh keuntungan selisih kurs sebesar US$ 10 juta (naik 24% QoQ), berbalik dari rugi selisih kurs sebesar US$ 4 juta pada periode yang sama tahun 2023.
Walaupun demikian, saham INKP dan TKIM mengalami penurunan cukup dalam sebulan terakhir yaitu, masing-masing turun 8,47% dan 9,40%. Pada perdagangan hari ini, saham INKP stagnan di level Rp 8.100 dan saham TKIM turun 150 poin (1,85%) ke level Rp 7.950 pada pukul 15.06 WIB.
Investment Analyst Stockbit Theodorus Melvin mengatakan, penurunan harga saham kedua emiten di tengah kenaikan laba bersih disebabkan sentimen sektor pulp and paper yang dianggap mulai kurang menarik ke depannya.
“Sebab, upside laba bersih yang ditawarkan mulai terbatas karena harga pulp telah naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir hingga mencapai US$ 741 per ton pada Juli 2024. Market pun mulai berekspektasi bahwa harga pulp akan kembali ke bahwa level US$ 700 per ton pada semester II-2024, akibat tambahan suplai secara global. Adapun, produsen dari Indonesia telah menawarkan harga pulp di level US$ 630 per ton,” ujarnya dalam riset, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga
Bayar Utang Obligasi, Indah Kiat (INKP) Gelontorkan Dana Rp 333,55 Miliar
Sejalan dengan hal tersebut, analis Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memberikan rekomendasi accumulated buy untuk TKIM dengan catatan, selama harga masih di atas Rp 8.000. Semestinya kata dia saham TKIM akan uji ke target resistance di Rp 8.400, adapun Stochastics dan RSI menunjukan sinyal positif.
Sedangkan saham INKP dinilai masih dalam keadaan downtrend dengan target support Rp 7.600. “Bila harga mendekati Rp 8.450 mungkin saja ada harapan akan terjadi sideways terlebih dahulu,” jelas Nafan saat dihubungi investortrust.id, Jumat (2/8/2024).
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan untuk speculative buy saham INKP dengan support Rp 7.975, lalu resistance Rp 8.325 dan target price Rp 8.450 – Rp 8.650. Adapun saham TKIM diserkomendasikan speculative buy dengan support Rp 7.700 dan resistance Rp 8.125 dan target price Rp 8.300 – Rp 8.475.
Grafik Harga Saham TKIM dan INKP secara Ytd:

