Asing Net Buy Saham Rp 897,18 Miliar Borong Saham Bank Mandiri (BMRI)
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 897,18 miliar, seiring dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/8/2024), sebanyak 70,22 poin (0,97%) menjadi 7.325.
Lima saham dengan net buy terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 738,35 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 105,76 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 48,60 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 44,01 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 30,18 miliar.
Baca Juga
Menko Airlangga: Inovasi dan Investasi Digital Perlu Fokus ke Dua Hal Ini
Sebaliknya lima saham ini diobral pemodal asing, yaitu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 123,31 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 103,69 miliar, PT Sarana Menara Infrastructure Tbk (TOWR), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 33,86 miliar.
Penguatan indeks ditopang mayoritas sektor saham, seperti saham sektor properti 1,28%, sektor keuangan 1,09%, sektor transportasi 0,79%, sektor energi 0,34%, dan sektor material dasar 0,56%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industri 0,40%, sektor kesehatan 0,07%, dan sektor infrastruktur 0,44%.
Sedangkan saham dengan penguatan tertinggi hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) naik 34,25% menjadi Rp 98, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) naik 34,19% menjadi Rp 157, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 25% menjadi Rp 675, dan PT Sona Topas Industry Tbk (SONA) menguat 25% menjadi Rp 925.
Baca Juga
Hari Ini, Bank Mandiri (BMRI) Melesat hingga Cetak Rekor Tertinggi Baru dalam Tiga Bulan
Lonjakan hingga ARA juga melanda saham PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) melesat 25% menjadi Rp 450 dan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) menguat 25% menjadi Rp 1.325.
Sebaliknya saham berikut catat penurunan paling dalam, yaitu saham PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP), PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME), dan PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY).
