Bukukan Arus Kas Rp 2,5 Triliun, Saratoga (STRG) Tingkatkan Investasi Sektor Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan arus kas Rp 2,5 triliun sepanjang semester I-2024 dari dividen dan monetisasi portofolio investasi perusahaan.
Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan menjelaskan, dengan dukungan arus kas yang kuat, perusahaan secara aktif terus mengoptimalkan peluang investasi di sektor-sektor strategis. Terutama emiten dengan prospek pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Salah satu investasi Saratoga yang dinilai penting selama semester I-2024 adalah perusahaan sektor kesehatan melalui akuisisi mayoritas saham Brawijaya Healthcare, sebuah jaringan rumah sakit umum di Indonesia.
Baca Juga
Rugi Bersih Saratoga Turun 96,34% Ditopang Kenaikan NAV Jadi Rp 49,4 triliun
“Kami meyakini Brawijaya memiliki fundamental kuat untuk terus bertumbuh dan memperluas jaringan rumah sakitnya di Indonesia. Saat ini, Brawijaya telah memiliki dan mengoperasikan lima rumah sakit dan dua klinik yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Bandung, dan Tangerang,” ungkap Devin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (30/7/2024).
Perusahaan optimistis, kolaborasi dengan manajemen Brawijaya akan memperkuat operasional rumah sakit dan menciptakan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Pasalnya, kemampuan ekspansi bisnis Brawijaya didukung tim manajemen berpengalaman kuat di sektor kesehatan.
Dirut SRTG Michael William P. Soeryadjaya
“Brawijaya juga berfokus pada pengembangan centers of excellence seperti BraveHeart, yang merupakan salah satu pusat layanan kardiovaskular terbaik di Indonesia,” ujar Devin.
Selain sektor kesehatan, Saratoga menyatakan, akan terus mengembangkan investasinya pada infrastruktur digital, seperti Bersama Digital Data Centres (BDDC) yang sudah menjadi bagian dari portofolio perusahaan.
Baca Juga
Siapkan Dana hingga US$ 150 Juta, Saratoga (SRTG) Fokus Investasi Sektor Ini
BDDC merupakan penyedia pusat data dalam kota (in-town data centre) dengan interkonektivitas dan sistem digital terintegrasi.
BDDC baru saja meresmikan pusat data yang kedua yakni JST1 di Jakarta Timur. JST1 merupakan fasilitas pusat data dengan standar tier IV yang dapat menampung 1.008 rak dalam delapan lantai ruang data.
Pusat data itu diklaim memiliki sumber kelistrikan ganda dan solusi komprehensif dalam satu platform BDDC. “Solusi ini dapat menunjang kebutuhan penyimpanan data dengan kualitas operasional yang baik serta pertukaran data dengan latensi rendah dan kinerja tinggi,” imbuh Devin.
Keberadaan JST1 akan melengkapi pusat data JBT1 di Jakarta Barat yang sebelumnya telah beroperasi. Ke depan, BDDC menargetkan pengembangan kapasitas JST1 hingga 32 MW dan JBT1 hingga 30 MW.
Baca Juga
Menurut Devin, potensi sektor infrastruktur digital di Indonesia masih sangat besar. Saratoga pun menyatakan, akan terus mengoptimalkan setiap peluang dan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi pada sektor-sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Salah satunya dengan memperkuat investasi portofolio yang sudah ada dan meningkatkan investasi pada perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan,” tutup Devin.
Grafik Saham SRTG

