Asing Net Sell Rp 883,77 Miliar, Empat Saham Emiten BUMN Ini Diobral
Asing Net Sell Rp 883,77 Miliar, Empat Saham Emiten BUMN Ini Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 883,77 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/7/2024), sebanyak 47,04 poin (0,65%) menjadi 7.241,86.
Lima saham dengan net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 469,13 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 142,67 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 133,78 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 92,89 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 36,38 miliar.
Baca Juga
Jababeka (KIJA) Bidik Penjualan Rp 2 Triliun, Modal Buat Buyback Obligasi?
Sebaliknya lima saham ini catatkan pembelian bersih (net buy) pemodal asing, yaitu saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 49,52 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 45,26 miliar, PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 43,74 miliar, PT BFI Finance Tbk (BFIN) Rp 36,55 miliar, dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) Rp 31,09 miliar.
Terkait pelemahan IHSG hari ini dipicu atas koreksi sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur 0,84%, sektor transportasi 1,20%, sektor energi 0,40%, sektor material dasar 0,25%, dan sektor industri 0,05%. Sebaliknya penguatan melanda saham konsumer primer, kesehatan, dan konsumer non primer.
Meski IHSG terjerembab, dua saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Martina Berto Tbk (MBTO) melesat 34,67% menjadi Rp 101, PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat 25% menjadi Rp 520, dan saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) melesat 24,44% menjadi Rp 336.
Baca Juga
Bos Maybank Sekuritas Ramal IHSG Tembus 8.000 Tahun 2024, Sektor Ini Bakal Moncer
Kenaikan juga melanda saham PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) sebanyak 19,49% menjadi Rp 282 dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) naik 19,19% menjadi Rp 118.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI), PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA), dan PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI).

