Meski IHSG Anjlok 0,65%, Tiga Saham Berikut Catatkan ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/7/2024), ditutup anjlok 47,04 poin (0,65%) menjadi 7.241,86. IHSG bergerak dalam rentang 7.228-7.292 dengan nilai transaksi Rp 7,71 triliun.
Pelemahan indeks dipicu atas koreksi sebagian besar sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur 0,84%, sektor transportasi 1,20%, sektor energi 0,40%, sektor material dasar 0,25%, dan sektor industri 0,05%. Sebaliknya penguatan melanda saham konsumer primer, kesehatan, dan konsumer non primer.
Baca Juga
Emiten Pelayaran (TAMU) Ini Cetak Laba US$ 8,04 Juta, tapi Sahamnya masih di PPK Harga Rp 8 per Unit
Meski IHSG terjerembab, dua saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT Martina Berto Tbk (MBTO) melesat 34,67% menjadi Rp 101, PT Golden Flower Tbk (POLU) menguat 25% menjadi Rp 520, dan saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) melesat 24,44% menjadi Rp 336.
Kenaikan juga melanda saham PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) sebanyak 19,49% menjadi Rp 282 dan PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) naik 19,19% menjadi Rp 118.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda saham berikut, yaitu saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI), PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA), dan PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI).
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup stagnan dengan kenaikan 0,73 poin (0,01%) menjadi 7.288,90. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 176,63 miliar.
IHSG ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor konsumer primer 1,12%, sektor material dasar 0,77%, sektor properti 0,75%, sektor keuangan 0,34%, dan sektor transportasi 1,20%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor infrastruktur, sektor kesehatan, sektor konsumer non primer, dan sektor industri.
Grafik IHSG

