Sinarmas Sekuritas: IHSG Berpotensi Tembus 7.500, Dipimpin Sektor Bank dan Konsumsi
JAKARTA, investortrust.id - Sinarmas Sekuritas (SimInvest) memproyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi kembali menyentuh level 7.500, dipimpin saham perbankan dan konsumsi.
Dalam catatannya dikutip Sabtu (27/7/2024), dengan lebih jelasnya arah kebijakan fiskal maupun keterlibatan pemerintah Presiden Jokowi dalam masa transisi, para analis menilai tekanan pada IHSG sudah mereda.
“Hal ini tercermin dari minimnya dana asing yang keluar dari pasar saham pada bulan Juli dan tercatat investor asing kembali membeli saham big banks, dipimpin Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp 3,9 triliun dan Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp 1,1 triliun,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Di samping itu, para analis mengatakan Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatatkan dana asing yang masuk sebesar Rp 450 miliar. Investor asing tercatat lebih selektif kali ini dengan tidak adanya Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dalam top buy lists investor asing.
“Hal ini dikarenakan BBNI mengalami tekanan net interest margin (NIM) karena belum mampu menyiasati cost of fund atas bunga pinjaman,” tulisnya.
Sementara BBRI menjadi bank pertama yang merevisi cost of credit pada kuartal I-2024 lalu dikarenakan meningkatnya kredit-kredit yang berpotensi menjadi kredit bermasalah (special mention loan/SML) pada segmen mikro dan kecil yang sudah mencapai di atas 5%, dari semula di bawah 3%.
Baca Juga
Bukan Saham Perbankan, Ini yang Diserbu Investor Asing di Lantai Bursa
Para analis menilai, earnings pada kuartal II-2024 akan menjadi krusial buat para bankir dalam melakukan asesmen terhadap prospek perbankan di Indonesia.
Jika tidak lagi ada bank yang merevisi cost of credit lebih tinggi dan tidak terjadi lonjakan dari sisi non performing loan (NPL), maka mereka menilai kenaikan IHSG akan berlanjut dipimpin oleh naiknya saham-saham perbankan.
“Kami lebih menyukai BBRI dan BBNI, terutama jika kedua bank tersebut membuktikan keadaan tidak akan lebih buruk di kuartal II-24. Target price kami untuk BBNI adalah 6.200 (BUY, 22% upside) dan untuk BBRI adalah 5.700 (BUY, 17% upside),” ujar mereka.
Sementara itu, seiring membaiknya konsumsi, Sinarmas Sekuritas juga menjagokan saham sektor konsumsi yaitu Indofood CBP (ICBP) dengan target harga 13.200 (BUY, 23% upside) dan Sumber Alfaria (AMRT) dengan target harga 3.350 (BUY, 16% upside). (CR-5)

