Turun 11%, Mandala Finance (MFIN) Kemas Laba Rp 213,36 Miliar di Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten spesialis pembiayaan sepeda motor, PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance (MFIN) membukukan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp 213,36 miliar, turun 11,61% secara year on year (yoy) di semester I-2024. Pada periode yang sama tahun sebelumnya tercatat Rp 241,54 miliar.
Seiring penurunan laba bersih, Perseroan mencatat laba per saham mengalami penurunan menjadi Rp 81 dari Rp 91 pada semester I-2023.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Perseroan, Kamis (25/7/2024) disebutkan, jumlah pendapatan bersih MFIN justru mengalami kenaikan sebesar 3,56% secara Yoy menjadi sebesar Rp 1,13 triliun di semester I-2024 dari posisi Rp 1,06 triliun pada semester I-2023.
Baca Juga
Akuisisi Tuntas, Adira Finance (ADMF) dan MUFG Kendalikan Mandala Finance (MFIN)
Pendapatan diperoleh dari pembiayaan konsumen bersih sebesar Rp 1,09 triliun dan pendapatan bunga lainnya sebesar Rp 22,47 miliar.
Meski begitu jumlah beban perusahaan meningkat pada periode tersebut, terutama beban kepegawaian dan beban umum serta administrasi, membuat laba sebellum pajak atau EBITDA melorot menjadi Rp 267,96 miliar dari posisi Rp 302,17 miliar.
Penurunan kinerja menggerus jumlah aset menjadi Rp 6,28 triliun per Juni 2024 dari sebelumnya Rp 6,66 triliun per 31 Desember 2023.
Sementara jumlah liabilitas tercatat naik menjadi Rp 2,67 triliun per Juni 2024 dibanding pada posisi akhir tahun 2023 yang tercatat Rp 3,26 triliun.
Adapun jumlah ekuitas mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 3,61 triliun dari posisi enam bulan sebelumnya yang tercatat Rp 3,39 triliun.
Baca Juga
Mandala Finance Bidik Pembiayaan Tumbuh Double Digit di Tahun Ini
Sebagai catatan, saham MFIN dikendalikan oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) setelah kedua entitas menuntaskan akuisisi sebanyak 80,6% saham MFIN pada medio Maret 2024 lalu.
Manajemen Adira Finance (ADMF) dalam pengumuman resmi di Jakarta, menyebutkan akuisisi MFIN oleh MUDG mencapai 70,6% saham atau setara dengan 1,87 miliar saham MFIN.
Sedangkan sisnya sebanya 10% saham atau 265 juta saham MFIN dilakukan Adira Finance (ADMF) dengan nilai Rp 873,70 miliar. “Nilai transaksi ini tidak melebihi 20% dari ekuitas perseroan. Transaksi ini juga tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional perseroan,” tulis Head of Corporate Secretary Regulatory Andreas Kurniawan dalam pengumuman yang dilansir, Rabu (13/3/2024).
Sebelum penjualan saham ini, PT Jayamandiri merupakan pemegang 70,42% saham MFIN dan Alex Hendrawan mencapai 5,05%. Sedangkan sisanya dikuasai investor publik.

