TAMBA-SAMBA Tawarkan Beasiswa Hampir Rp 7 Miliar, Penerima: Bisa Kirim Uang ke Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Program beasiswa TAMBA (Thohir Marshall MBA) & SAMBA (Soeryadjaya Marshall MBA) memiliki anggaran hampir Rp 7 miliar per tahun, untuk mengirim Warga Negara Indonesia (WNI) melanjutkan studi magister ke Amerika Serikat (AS).
Program tersebut, khusus memberangkatkan para profesional di Indonesia dengan pengalaman kerja minimal enam tahun, ke University of Southern California (USC) Marshall School of Business.
Ketua Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir menyebutkan, setiap tahunnya akan ada dua penerima beasiswa yang diberangkatkan. Masing-masing penerima beasiswa (awardee) akan mendapat biaya kuliah penuh, hingga biaya hidup sekitar US$ 200.000 ata Rp 3,24 miliar.
Baca Juga
Yayasan Mochamad Thohir Undang Karyawan BEI Ikut Seleksi Beasiswa S2 TAMBA & SAMBA
Dengan begitu, jika tiap tahun ada minimal dua awardee yang berangkat ke USC maka nilainya menjadi hampir Rp 7 miliar. USC merupakan institusi pendidikan ternama dan masuk urutan sepuluh terbaik di AS.
“Nanti seleksinya memang agak ketat karena jarang sekali yang memberikan beasiswa full di Los Angeles. Sekolah mahal, biaya hidup mahal namun ini jadi suatu komitmen saya dan Pak Edwin memberikan kesempatan orang Indonesia untuk meraih yang terbaik,” papar pria yang biasa disapa Boy Thohir tersebut.
Alumni University of Southern California Indonesia (AUSCI) Care Executive President Christina C.H. Simorangkir bahkan menceritakan, awardee yang sudah berangkat menggunakan beasiswa TAMBA-SAMBA mengaku tidak kekurangan uang.
Baca Juga
Boy Thohir dan Edwin Soeryadjaya Komitmen Gelontorkan Beasiswa Jumbo
“Mereka bilang sangat cukup, bahkan masih bisa kirim ke anaknya di Indonesia. Bisa dibayangkan? Berarti biaya hidup yang diberikan itu pasti akan cukup,” jelas Christina dalam kesempatan yang sama.
Sebagai gambaran, alumni USC menyebut bahwa biaya kuliah di sana saat ini minimal senilai US$ 120.000 atau Rp 1,94 miliar. Hal ini menjadikan USC sebagai salah satu kampus dengan biaya pendidikan termahal di Amerika.
“Saya kalau tidak pakai beasiswa, tidak bisa sekolah di sana. Warga Los Angeles pun tahu dan semua orang yang menempuh pendidikan di USC pasti dikira kaya raya,” sambung Christina.
Selain biaya pendidikan dan tempat tinggal, jumlah beasiswa yang diberikan TAMBA-SAMBA pun dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan transportasi selama menempuh program International Business Education and Research (IBEAR) MBA selama satu tahun.
“Kami membuka kesempatan agar WNI bisa meraih ilmu setinggi-tingginya. Tetapi jangan lupa kembali ke Indonesia untuk memberikan pengalaman dan ilmu dari Amerika, demi kepentingan dan kemajuan Indonesia,” tutup Boy Thohir. (CR-10)

