Selain Hapus Saham, GOTO Ajukan Private Placement
JAKARTA, investortrust.id - Selain menghapus atau menarik kembali saham simpanan (trasury stock) sebanyak 10,26 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan meminta persetujuan pemegang saham untuk penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak 120 miliar atau 10% saham.
Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani mengatakan, PMTHMETD dengan target sebanyak 120 miliar saham GOTO diajukan kepada pemegang saham setiap tahun untuk mendapatkan persetujuan, sehingga perseroan memiliki fleksibilitas untuk menghimpun dana, apabila ada aksi korporasi mendesak.
Baca Juga
“Langkah ini akan menempatkan GOTO sejajar dengan berbagai perusahaan publik global yang tidak harus menjalani proses yang serupa, seperti GoTo,” ujarnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/7/2024).
Meski sudah disetujui pemegang saham, terang dia, bukan berarti perseroan segera melaksanakan aksi penerbitan saham baru tersebut. “Perseroan pada saat ini belum memiliki rencana yang dapat menyebabkan dibutuhkannya penghimpunan dana tambahan oleh perseroan,” terangnya.
Selain PMTHMETD, terang dia, GOTO berencana menghapus atau menarik kembali saham simpanan (trasury stock) sebanyak 10,26 miliar saham GOTO. Penghapusan tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 Agustus 2024.
Saham trasury yang akan dihapuskan berasal dari saham saham yang dibeli kembali (buy back) tahun 2021 dan 2022. Buy back tersebut bagian dari green shoe saat GOTO menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Green shoe bertujuan sebagai amunisi yang bisa digunakan underwriter untuk stabilitas harga saat harga saham perdana listing turun.
Baca Juga
Sekuritas Ini Pasang Target Kenaikan Harga Saham GOTO hingga 60%, Berikut Analisanya
“Penarikan kembali saham treasuri akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham seiring berkurangnya jumlah saham GOTO yang beredar, dan pada saat yang bersamaan memastikan kepatuhan pada ketentuan yang berlaku,” ujarnya dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/7/2024).
Berdasarkan data saat IPO saham, perseroan menyiapkan dana green shoe berkisar Rp 2,05 triliun. Sebagaimana diketahui, GOTO resmi listing di BEI pada 11 April 2022 dengan harga IPO Rp 338 per saham, sehingga total raihan dana Rp 13,7 triliun.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham GOTO terungkap total saham treasury mencapai 14,08 miliar hingga akhir Juni 2024, dibandingkan Mei 2024 sebanyak 10,26 miliar saham. Sebagian saham treasury tersebut berasal dari saham hasil pelaksanaan green shoe saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di BEI tahun 2023.
Saat ini, GOTO juga tengah menggelar pembelian kembali (buy back) saham dengan total dana Rp 3,2 triliun. Aksi korporasi ini akan digelar dalam 12 bulan sejak disetujui pemegang saham dalam RUPS pada 11 Juni 2024.
Grafik Saham GOTO

