Laba Sido Muncul (SIDO) Melesat di Semester I, Lampaui Estimasi?
JAKARTA, investortrust.id – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul membukukan kenaikan laba periode berjalan sebanyak 35,79% menjadi Rp 608,49 miliar pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 448,10 miliar.
Manajemen SIDO melalui rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (24/7/2024), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 1,89 triliun. Sebaliknya pertumbuhan beban pokok penjualan lebih rendah dari Rp 776,25 miliar menjadi Rp 792,88 miliar.
Baca Juga
Tanda-Tanda Pemulihan Sido Muncul (SIDO) Terlihat, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Alhasil laba bruto perseroan melambung dari Rp 877,54 miliar menjadi Rp 1,10 triliun. Perseroan juga berhasil menekan beban umum dan administrasi serta beban lain-lain. Hal ini membuat pertumbuhan laba usaha meningkat dari Rp 562,86 miliar menjadi Rp 759,40 miliar.
Kenaikan tersebut menjadikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat dari Rp 448,10 miliar menjadi Rp 608,49 miliar. Sedangkan laba per saham melesat dari Rp 14,94 menjadi Rp 20,28 per saham.
Sebaliknya total asset perseroan turun tipis menjadi Rp 3,82 triliun hingga Juni 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,89 triliun. Total liabilitas juga terpangkas dari Rp 504,76 miliar menjadi Rp 353,83 miliar. Sedangkan ekuitas naik dari Rp 3,38 triliun menjadi Rp 3,46 triliun.
Sido Muncul (SIDO) merupakan produsen jamu dan obat herbal modern yang sudah merambah pasar ekspor. Perseroan dikendalikan keluarga Hidayat melalui PT Hotel Candi Baru dengan kepemilikan 77,86% saham SIDO.
Baca Juga
Didorong Hal Ini, Keluarga Irwan Hidayat Tambah Saham Sido Muncul (SIDO) Rp 3,69 T
Analis Phillip Sekuritas Helen dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa performa keuangan Sido Muncul (SIDO) diproyeksikan pulih tahun ini. Penjualan SIDO diprediksi naik menjadi Rp 3,8 triliun tahun ini dan diharapkan menjadi Rp 4,1 triliun tahun 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,56 triliun. Laba bersih juga diprediksi kembali menyentuh level di atas Rp 1 triliun tahun 2024 dan menjadi Rp 1,17 triliun tahun 2024, dibandingkan tahun lalu Rp 951 miliar.
Kenaikan penjualan, terang dia, ditopang pertumbuhan kinerja keuangan akan didukung atas estimasi peningkatan penjualan produk herbal, seperti Tolak Angin. “Kami memperkirakan penjualan Tolak Angin kmebali meningkat memasuki musim penghujan yang diharapkan mulai melanda semester II tahun ini. Pertumbuhan laba perseroan juga akan didukung penurunan harga bahan baku,” tulis riset tersebut.
Pertumbuhan juga didukung faktor kenaikan konsumsi masyarakat selama pemilu dan bulan puasa hingga puasa selama kuartal tersebut. Seluruh segmen produk perseroan menunjukkan kenaikan signifikan, seperti penjualan produk herbal dan suplemen, minuman berenergi, dan vitamin.
Berbagai faktor tersebut mendorong Phillip Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SIDO dengan target harga Rp 850.
Grafik Saham SIDO

