Saham GOTO Bangkit 11,76% di Sesi I, Intip kembali Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup melesat pada penutupan perdagagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/7/2024). Level penutupan tersebut tercatat yang tertinggi terhitung sejak 11 Juni 2024.
Berdasarkan data BEI, saham GOTO awalnya dibuka stagnan level Rp 51. Namun dalam beberapa menit kemudia, saham emiten teknologi terbesar di Indonesia ini terus menguat hingga akhirnya ditutup naik Rp 6 (11,76%) ke level tertinggi baru sejak 11 Juni menjadi Rp 57. GOTO melesat, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI sesi I ditutup turun tipis 1,51 poin.
Tercatat volume perdagangan saham GOTO mencapai sepanjang sesi I di BEI mencapai 6,12 miliar saham dengan nilai transaksi lebih dari Rp 330 miliar. GOTO tercatat sebagai saham yang paling aktif ditransaksikan dengan volume perdagangan terbesar sespanjang sesi ini. Kenaikan saham GOTO berimbas terhadap lompatan saham sektor teknologi sebanyak 4,64%.
Baca Juga
Meski melesat hari ini, ternyata harga saham GOTO masih jauh dari target yang ditetapkan sejumlah analis atau masih menyimpan potensi penguatan pesat. Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin memasang target harga saham GOTO Rp 125 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
“Plaform media sosial TikTok bersama dengan Tokopedia kini menyediakan layanan pesan antar makanan dan minuman yang terintegrasi dengan platform GoFood. Kolaborasi ini diharapkan memberikan benefit yang saling menguntungkan, termasuk bagi GOTO,” tulis analis Mandiri Sekuritas Andrian Joezer dan Jennifer Audrey Harjono dalam riset tersebut.
Rekomendasi beli saham GOTO juga datang dari analis Mirae Asset Skeuritas Indonesia Christopher Rusli. Dia merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 80.
Dia memperkirakan GOTO akan konsisten mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal II-2024. Konsistensi tersebut sudah mulai terlihat sejak kuartal I tahun ini. Tren tersebut terlihat dari fokus perseroan untuk membidik target profitabilitas.
Baca Juga
Eks Bos Bursa Ini malah Agresif Borong Saham GOTO Saat Gocap, Mengapa?
GOTO kembali masuk ke mode mengejar pertumbuhan bisnis sambil mempertahankan strategi menuju profitabilitas. “Kami melihat GOTO dan BUKA konsisten mengalami peningkatan kinerja. Kami percaya sentimen positif atas sektor teknologi diperlukan demi mendorong kenaikan harga saham,” katanya.
Peluang berlanjutnya perbaikan kinerja keuangan emiten emiten teknologi, khususnya GOTO bisa dilihat dari performa keuangan sepanjang kuartal I-2024, yaitu nilai transaksi bruto (GTV) naik sebesar 20% year on year (YoY). Meski demikian EBITDA grup yang disesuaikan masih negatif -Rp 102 miliar pada kuartal itu.
GOTO mencatatkan penurunan drastis atas rugi bersih atribusi entitas induk sebanyak 78% menjadi Rp 861,91 miliar pada kuartal I-2023. Begitu juga dengan pendapatan melesat 22% dari Rp 3,33 triliun menjadi Rp 4,08 triliun.
Pertumbuhan paling pesat ditunjukkan lini bisnis On-Demand Services (ODS), Gojek, dengan kenaikan pendapatan bruto 12% yoy menjadi Rp 3,3 triliun, didorong layanan nilai tambah. Dengan demikian, EBITDA disesuaikan Gojek positif selama dua kuartal berturut-turut menjadi Rp 166 miliar pada kuartal I. ]
Grafik GOTO

