BI Rate Tetap 6,25%, Analis Beberkan Pengaruh pada Pasar Saham
JAKARTA, investortrust.id - Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta merespons kondisi pasar saham terkait keputusan Bank Indonesia yang menahan tingkat suku bunga acuan di angka 6,25%.
Nafan mengatakan, saham-saham perbankan mengalami limited downside alias turun terbatas dan ini harus dicermati oleh para investor. Namun Nafan menyebut bahwa kebijakan BI menahan tingkat suku bunga patut diapresiasi, sebagai upaya untuk mempertahankan nilai tukar rupiah. “Saat ini rupiah menguat, kita mengapresiasi langkah BI dalam menjaga stabilitas moneter,” kata Nafan saat dihubungi Investortrust, Rabu (17/7/2024).
Sebelumnya, menjelang penetapan kebijakan tersebut oleh BI, terjadi rally pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama dua hari terakhir. Nafan menilai pelemahan masih terjadi di tengah konsolidasi pasar ke arah bullish, menyusul sentimen negatif investor pada apresiasi dolar AS. Ia pun menyampaikan harapannya pergerakan IHSG bisa mengikuti pergerakan pasar di Amerika Serikat.
Baca Juga
IHSG Stagnan Terseret Saham Emiten Prajogo, Tapi Tiga Saham Ini Moncer hingga ARA
“Walaupun masih bullish consolidation, paling tidak jangan sampai anomali, masak market Amerika Serikat penguatan terus, kita kebalikannya. (Pelemahan IHSG) kita lebih disebabkan sentimen negatif dari apresiasi dolar,” ujar Nafan.
Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer memperkirakan kondisi pasar saat ini sudah priced in dengan sentimen suku bunga. Artinya pasar sudah memperhitungkan informasi terkini di pasar finansial, dan harga saham telah mencerminkan dampaknya. Hal ini menurutnya terlihat dengan kondisi pasar saham yang pada penutupan sesi kedua dinilai cukup stagnan dengan koreksi yang hanya sebesar 0,074 basis poin.
Secara keseluruhan, Miftah menjelaskan, indeks sektor perbankan justru mengalami sedikit penguatan sebesar0,59%.
“Terlihat big four masih mengalami optimisme dan hanya BBCA saja yang masih mencatatkan penurunan tipis 0,75% di sesi perdagangan hari ini, lainya masih mengalami penguatan. BMRI dan BBRI masih mencatatkan kenaikan di atas 1,5%,” kata Miftah saat kepada investortrust.id Rabu, (17/7/2024).
Baca Juga
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Juli 2024 memutuskan mempertahankan suku bunga acuan, BI Rate, sebesar 6,25%. Suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan sebesar 5,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%. Hal ini sesuai dengan prediksi para ekonom.
“Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter yang pro-stability. Ini sebagai langkah pre-emtive dan forward looking untuk memastikan tetap terjaganya inflasi dalam kisaran 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2024 dan 2025,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia Juli 2024 dengan cakupan triwulanan, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (17/7/2024). (CR-5)

