IHSG Stagnan Terseret Saham Emiten Prajogo, Tapi Tiga Saham Ini Moncer hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/7/2024), ditutup stagnan atau turun hanya 0,07 poin level 7.224. Pergerakan indeks dalam rentang 7.207-7.265 dengan nilai transaksi Rp 9,24 triliun.
Stagnanya IHSG terseret kejatuhan empat dari top 5 saham kapitalisasi pasar terbesar di BEI ini, yaitu saham emiten Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok Rp 725 (8,53%) menjadi Rp 7.775, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,51% menjadi Rp 9.800.
Baca Juga
Investasi Portofolio Triwulan II Diprakirakan Net Inflows US$ 4,3 Miliar
Penurunan juga melanda saham emiten Prajogo lainnya, PT Chandra Asri Pacifik Tbk (TPIA), sebanyak 1,02% menjadi Rp 9.725, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 1,11% menjadi Rp 11.100. Sebaliknya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil naik 1,57% menjadi Rp 6.450.
Secara sektor tiga saham dengan penurunan paling dalam adalah sektor material dasar, sektor teknologi, dan sektor kesehatan. Penguatan tertinggi melanda saham sektor konsumer non primer, sektor keuangan, dan sektor transportas.
Sedangkan tiga saham ini cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) naik Rp 29 (34,94%) menjadi Rp 112, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) melesat Rp 22 (34,38%) menjadi Rp 86, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik Rp 98 (25%) menjadi Rp 490.
Baca Juga
Saham Telkom (TLKM) Mendadak Melesat, Bagaimana Target Harganya?
Penguatan juga melanda saham PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) naik Rp 16 (20,78%) menjadi Rp 93 dan PT Bank MNC Tbk (BABP) menguat Rp 8 (15,69%) menjadi Rp 59.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY), PT Lion Metal Works Tbk (LION), dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).
Grafik IHSG

