Harga Emas Cetak Rekor, Sejumlah Saham Produsen Emas Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas naik 1,9%, Selasa (16/7) malam, ke level tertinggi baru sepanjang masa US$2.467,8/ounce. Lompatan sejalan dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed direalisasikan pada September 2024.
Penguatan harga emas ini diperkirakan berdampak positif terhadap saham-saham emiten produsen emas. Di antaranya, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mengatakan, penguatan harga emas tersebut didorong oleh peningkatan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2024, seiring dengan melandainya inflasi AS. Pemangkasan juga didukung pernyataan terbaru dari Kepala The Fed terhadap keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi akan kembali ke level target di 2%.
Baca Juga
Emas Makin Bersinar, Melonjak Hampir 2% dan Tembus Rekor Tertinggi
Sementara, analisis CME FedWatch Tool terungkap probabilitas The Fed dipangkas pada September 2024 mencapai 100%."Sebelumnya, emas sempat mencetak level tertinggi secara intraday pada Senin (20/5/2024), tetapi kembali terkoreksi akibat narasi higher–for–longer pada saat itu yang mengurangi antusiasme investor terhadap emas. Sedangkan pada pagi ini, Rabu (17/7), harga emas masih menguat 0,1% ke level $2.471/ounce," ujar Hendriko dalam risetnya, Rabu (17/7/2024).
Hendriko menilai bahwa penguatan harga emas menjadi katalis positif bagi emiten produsen emas, seperti saham ARCI, BRMS, PSAB, MDKA, hingga ANTM. Kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan rata-rata harga jual (ASP) dan meningkatkan margin laba emiten.
Sejalan dengan hal tersebut, Analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa penaikan harga emas dunia akan memperlebar margin keuntungannya emiten emas.
Baca Juga
“Penguatan emas bersamaan depresiasi dolar AS terhadap rupiah tentu akan membawa benefit terhadap harga emas. Apalagi The Fed kemungkinan mulai mengeluarkan kebijakan pelonggaran moneter September dan dilanjutkan November. Hal ini lebih cepat dari perkiraan Desember, sehingga bisa membawa berkah,” ujar Nafan pada investortrust.id, Rabu (17/7/2024).
Untuk itu secara teknikal, Nafan merekomendasikan hold saham PSAB dengan target harga Rp 198, ANTM akumulasi beli dengan target harga Rp 1.590, saham MDKA akumulasi beli dengan target harga Rp 2.930, ARCI direkomendasikan Sell on Strength, saham BRMS direkomendasikan hold dengan target Rp 171, dan saham HRTA direkomendasikan sell on strength.

