Mandiri Sekuritas Jagokan Dua Saham Ini, Cek Targetnya
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/7/2024), diperkirakan kembali melemah dengan rentang pergerakan 7.200-7.300. Sedangkan saham PGAS dan MNCN menjadi pilihan teratas transaksi saham hari ini.
Mandiri Sekuritas dalam riset harian yang diterbitkan pagi ini menyebutkan bahwa IHSG tengah memasuki pergerakan bearish untuk jangka pendek. IHSG juga mengalami breakdown dari trendline menuju support level 7.200.
Baca Juga
Prediksi Pertumbuhan Laba 5-25% di Semester I, Lima Saham Bank Ini Direkomendasikan Beli
Meski demikian, Mandiri Sekuritas menyebutkan sejumlah saham tetap menarik untuk dilirik. Di antaranya, saham PGAS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.640 dan saham MNCN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 334.
Laju IHSG juga akan dipengaruhi lompatan bursa saham Wall Street, yaitu indeks Dow Jones 1,85% menjadi 40.954. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,64% dan Nasdaq melambung 0,20%.
Kemarin, indeks ditutup terkoreksi sebanyak 54,57 poin (0,75%) menjadi 7.224,29. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 529,55 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 248,10 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 154,08 miliar, dan PT Ban Central Asia Tbk (BBCA) Rp 85,93 miliar.
Baca Juga
BEI Suspensi lagi Transaksi Saham KARW, Saham Hary Tanoe juga Ikutan
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas penurunan saham-saham kapitalisasi pasar besar, seperti saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terjungkal 6,08% menjadi Rp 8.500, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1% menjadi Rp 9.950, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 3,02% menjadi Rp 11.225, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 1,87% menjadi Rp 4.730.
Secara sektoral, pelemahan indeks ditekan penurunan saham sektor infrastruktur, sektor keuangan, konsumer non primer, sektor properti, dan sektor industri. Sebaliknya saham sektor konsumer primer, teknologi, dan material dasar naik.
Grafik IHSG

