Saham Barito Renewables (BREN) Lagi-Lagi Anjlok hingga Diobral Investor Asing, Penguatan Berakhir?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali terjungkal hingga membuat total penurunan harga sepanjang Juli 2024 berjalan atau month to date (mtd) mencapai 15,63%. Penurunan tersebut berimbas terhadap pelemahan kembali kekayaan Prajogo Pangestu.
Tak hanya catatkan penurunan harga, saham BREN ternyata dilepas pemodal asing hingga Rp 236,42 miliar sepanjang Juli 2024 berjalan. Bahkan, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (16/7/2024), saham BREN masuk dalam daftar lima saham yang paling banyak dilepas asing hari ini.
Penurunan tersebut membuat posisi perseroan turun menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua Rp 1.137 triliun di bawah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1.226 triliun. Pelemahan tersebut terjadi saat saham emiten Prajogo Pangestu lainnya masih berhasil torehkan penguatan mtd.
Baca Juga
Penurunan Berlanjut! Market Cap Barito Renewables (BREN) Terjungkal ke Posisi Dua
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BREN telah melorot dari level penutupan akhir Juni Rp 10.075 menjadi Rp 8.500 hingga hari ini. Bahkan, saham BREN terjungkal Rp 550 (6,08%) menjadi Rp 8.500 pada penutupan perdagangan saham, Selasa (16/7/2024).
Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten market cap terbesar ketiga di BEI, justru berhasil torehkan penguatan sebanyak 7,38% menjadi Rp 9.825 hingga penutupan hari ini. Penguatan juga melanda saham PT Barit Pacific Tbk (BRPT) mencapai 9,50% menjadi Rp 1.095.
Sedangkan dua saham emiten Prajogo lainnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) ditutup turun masing-masing 1,43% dan 0,88%.
Saham BREN salah satu dengan penguatan harga tertinggi sejak listing di BEI pada 9 Oktober 2024. Saham BREN yang ditawarkan dengan harga Rp 780 per saham sempat melambung ke level penutupan tertinggi sepanjang masa Rp 11.246 per saham.
Baca Juga
Lompatan tersebut membuat BEI sempat menghentikan sementara perdagangan saham BREN lebih dari satu hari. Bahkan, saham BREN sempat masuk papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Akibat FCA tersebut, saham BREN sempat terjungkal ke level Rp 6.050 pada 7 Juni 2024.
Koreksi harga saham BREN memicu penurunan nilai kekayaan Prajogo Pangestu hingga mencaapi US$ 1,6 miliar sepanjang hari ini berdasarkan data Forbes real time. Penurunan tersebut menjadikan total kekayaan Prajogo terkoreksi menjadi US$ 63,2 miliar.
Grafik Saham BREN Mtd Juli

