IHSG Sesi I Tersungkur 0,48%, Namun Tiga Saham Ini Cuan Pesat
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (16/7/2024), kembali ditutup terjungkal sebanyak 34,92 poin (0,48%) menjadi 7.243,94. Pergerakan indeks dalam rentang 7.240-7.294 dengan nilai transaksi Rp 3,48 triliun.
Koreksi ini dipengaruhi atas penurunan sebagian besar sektor saham, seperti saham-saham kapitalisasi pasar besar dari sektor perbankan. Penurunan juga dipengaruhi atas berlanjutnya pelemahan saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 3,04% menjadi Rp 8.775.
Baca Juga
Tak Ada Urgensi, Ekonom UI Prediksi BI Tahan Suku Bunga Bulan Ini
Beberapa sektor dengan penurunan pesat, yaitu saham sektor konsumer non primer, sektor industri, sektor infrastruktur, sektor kesehatan, dan sektor keuangan. Sebaliknya penguatan melanda sektor konsumer primer, sektor teknologi, dan sektor transportasi.
Meski IHSG terjungkal, tiga saham ini catatkan penguatan pesat, seperti saham PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) naik 22,58% menjadi Rp 76, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) naik 20,48% menjadi Rp 100, dan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menguat 17,86% menjadi Rp 66.
Baca Juga
Perbaikan Kinerja GOTO Semester I Diprediksi Berlanjut, Bagaimana dengan Target Sahamnya?
Sebaliknya penurunan paling pesat melanda saham PT Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk (AMIN), PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), dan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS).
Kemarin, IHSG ditutup melemah 48,72 poin (0,66%) menjadi 7.278,86. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net Buy) saham senilai Rp 117,85 miliar. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) dan PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) dari pemodal lokal ke investor asing.
Grafik IHSG

