Kejar Indeks MSCI, Pemerintah akan ‘Unlock’ Saham BRIS untuk Tambah Porsi ‘Free Float’
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan diarahkan untuk bisa masuk dalam indeks MSCI (Morgan Stanley capital International) yang salah satu syaratnya adalah minimal saham free float untuk publik sebesar 15%. Saat ini saham free float di emiten berkode BRIS di Bursa Efek Indonesia relatif kecil, sebesar 9,91%.
Untuk itu pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN tengah mengkaji langkah unlock saham dari dua pemegang saham BRIS, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk untuk dilepas ke pasar demi menambah porsi free float.
“Memang sudah ada direction dari (Kementerian) BUMN, bahwa 15 persen saham yang dari BRI (akan dilepas/unlock, red). Pak Royke (Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk) juga dengan baik hati memberikan 5 persen. Jadi kita sedang membahas dan juga sedang persiapkan (unlock saham BBRI dan BBNI, red),” kata Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi saat kesempatan Media Gathering yang digelar di Mandiri Club, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga
“Jadi kalau misalnya sekarang hampir 10 persen (saham free float BRIS) tambah 20 persen (dari BRI dan BNI), jadi 30 persen. Saya rasa sih MSCI Index bisa kita kejar di situ, ” imbuh Hery.
Sekadar informasi, free float merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik di pasar saham. Saham yang termasuk dalam free float adalah saham yang tidak dimiliki oleh pemegang saham utama, seperti manajemen perusahaan, pemegang saham institusional besar, atau saham yang terkunci (in locked) dalam periode tertentu seperti saham yang terkena masa lock-up setelah IPO.
Hery Gunardi juga menyampaikan harapannya keterlibatan publik untuk bisa memiliki saham BRIS akan semakin besar. “Karena secara fundamentalnya memang bagus BSI, dari profitability dan juga dari margin. Dan juga kualitas kredit atau pembiayaan,” tuturnya.
Baca Juga
InJourney Beberkan Strategi Dongkrak Transaksi dan Nilai Ekonomi Wisatawan
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengemukakan keinginan pemerintah sebagai pemegang saham agar BRIS bisa masuk ke dalam parameter saham global di MSCI Index. Ia juga menyebut rencana unlock saham di PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk memperbesar porsi free float sudah dimasukkan dalam program pemerintah.
“Parameter kita itu kan MSCI ya. Sebenarnya kita ingin kalau bisa sama, dia masuk ke MSCI Yang lainnya kita lagi ingin lagi kaji seperti apa,” ujar pria yang akrab disapa Tiko.
Saat ini mayoritas saham BRIS atau sebesar 51,47% dimiliki oleh PT Bank Mandiri (persero) Tbk. Sisanya sebesar 23,24% dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, dan sebesar 15,38% masih dikempit PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Selebihnya dimiliki publik sebesar 9,91%.

