Asing Net Buy Saham Rp 1,24 Triliun, Tiga Saham Bank Papan Atas Diburu
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,24 triliun, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (12/7/2024), ditutup naik 27,17 poin (0,37%) menjadi 7.327,58.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) senilai Rp 451,64 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 279,21 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 198,71 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 126,50 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 66,65 miliar.
Baca Juga
HAIS Suntik Modal Anak Usaha Rp84,99 Miliar, Manajemen Ungkap Target Ini
Sedangkan penjualan bersih (net sell) melanda lima saham ini, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 45,68 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 35,36 miliar, PT Sarana Menara Infrastructure Tbk (TOWR) Rp 28,66 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 22,04 miliar, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 21,84 miliar.
Terkait kenaikan indeks hari ini ditopang atas penguatan sejumlah sektor, seperti property 3,19%, sektor infrastruktur 1,09%, sektor keuangan 0,96%, sektor industry 0,72%, dan sektor consumer non primer 0,20%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi, material dasar, dan consumer primer.
Baca Juga
Perpanjangan Restrukturisasi Kredit dan Stimulus Bagi UMKM Disebut Bisa Jaga Kesehatan Perbankan
Sedangkan saham dengan penguatna paling pesat melanda, yaitu saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik Rp 310 (24,90%) menjadi Rp 1.555, PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) naik Rp 12 (24%) menjadi Rp 62, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) naik Rp 8 (16%) menjadi Rp 58, dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menguat Rp 32 (15,69%) menjadi Rp 236.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA), PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE), PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

