Ungkap Jadwal Stock Split, Saham Emiten Termahal (DSSA) Lanjutkan Lompatan
JAKARTA, investortrust.id – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menargetkan perdagangan saham dengan nilai nominal baru hasil pemecahan saham (stock split) pada 22 Juli. Rasio stock split yang disetujui 1:10 saham.
Manajemen emiten saham termahal di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini akan memecah nilai nominal saham DSSA dari Rp 250 menjadi Rp 25 per saham. Stock split tersebut akan menjadikan total saham perseroan meningkat dari semula 770,55 juta saham menjadi 7,70 miliar saham.
Baca Juga
Pemecahan nominal saham ini sebelumnya telah disetui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 Juni 2024. Aksi korporasi ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham emiten Sinarmas ini.
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DSSA telah melesat dari level penutupan akhir 2023 Rp 80 ribu menjadi Rp 280 ribu per saham hingga penutupan Kamis (11/7/2024) atau telah melesat 250% sepanjang year to date (ytd).
Sebelumnya, Direktur DSSA Alex Sutanto mengatakan, Dian Swastatika (DSSA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 316 juta atau sekitar Rp 5,18 triliun pada 2024. Belanja modal ini digunakan untuk pengembangan FTTH (fiber to the home) senilai US$ 240 juta.
Baca Juga
Dian Swastaika (DSSA) Melesat ARA hingga Jadi Emiten Market Cap Terbesar Sinarmas
Hingga Maret 2024, pengeluaran capex DSSA telah mencapai US$ 73 juta yang sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pembangunan FTTH MyRepublic. Perseroanmenargetkan pertumbuhan laba sebesar US$ 700 juta tahun 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh target pendapatan senilai US$ 3,1 miliar pada tahun 2024.
Target pendapatan tersebut juga dipengaruhi oleh fluktuasi dari tren harga batu bara di pasar. Pada tahun 2024, dalam perdagangan batu bara perseroan menargetkan untuk meningkatkan produksi batu bara hingga 50 metrik ton.

