Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Peringkat idBBB- dengan Prospek Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengantongi peringkat idBBB- dengan prospek stabil dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).
Peringkat idBBB- juga berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan (SR) I, II, dan III yang diterbitkan WIKA, serta peringkat idBBB- (sy) dengan prospek stabil untuk SR Sukuk Mudharabah I, II, dan III.
Analis Pefindo Agung Iskandar dan Resnanda Dahono mengatakan, peringkat untuk WIKA sekaligus surat utang tersebut berlaku sejak 8 Juli 2024 hingga 1 Juli 2025.
‘’Peringkat tersebut mencerminkan pandangan kami mengenai peran penting WIKA kepada pemerintah dan kehadirannya yang mapan di industri konstruksi nasional,’ ulas Analis Pefindo dalam keterangan yang dikutip, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga
WIKA Minta Suntikan Modal Rp 2 T buat 8 Proyek Termasuk Jalan di IKN
Lebih lanjut disampaikan, peringkat tersebut dibatasi oleh profil keuangan dan likuiditas yang lemah, risiko dari ekspansi sebelumnya, dan lingkungan bisnis yang bergejolak.
Namun, peringkat dapat dinaikkan jika WIKA secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis dan indikator keuangannya serta menghasilkan arus kas yang lebih kuat secara berkelanjutan.
‘’Kami juga dapat menurunkan peringkat jika Perusahaan tidak dapat menunjukkan perbaikan dalam kinerja bisnis dan manajemen operasional yang dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut pada aspek keuangan Perusahaan,’’ katanya.
Peringkat juga dapat diturunkan jika terdapat bukti melemahnya dukungan dari pemerintah seperti kepemilikan dan pengendalian yang jauh lebih rendah, atau jika tidak terdapat indikasi dukungan luar biasa dari pemerintah ketika WIKA berada dalam kesulitan keuangan.
Baca Juga
BTPN Ungkap Digitalisasi Perbankan Berperan Penting bagi Kemudahan Masyarakat
Peringkat juga dapat diturunkan jika WIKA mengalami tekanan likuiditas terutama terkait pemenuhan kewajiban keuangan yang akan jatuh tempo.
Didirikan pada tahun 1961, WIKA merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang konstruksi di Indonesia. Perusahaan mencakup segmen investasi, realti & properti, infrastruktur & gedung, energi & industrial plant, dan industri.
Per 30 April 2024, pemegang saham Perusahaan adalah Pemerintah Indonesia (91,02%) dan publik (8,08%).

