IHSG Berpotensi Koreksi, Saham ELSA dan WIIM Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7/2024), berpotensi koreksi dalam jangka pendek. Meski demikian trend bearish mengalami perlambatan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks diprediksi dalam rentang support 7.100 dan resisten 7.374. IHSG mulai menguji area resisten selanjutnya 7.282.
Baca Juga
Hary Tanoe Lagi-Lagi Borong Ratusan Juta Saham MNC Asia (BHIT)
Di tengah pola pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ELSA dengan target harga Rp 484-500 dan WIIM dengan target harga Rp 1.215-1.400. Sebaliknya saham INCO dan TINS direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi penutupan pasar Wall Street semalam, yaitu Nasdaq kembali melesat ke level tertinggi baru. Begitu juga dengan S&P500 ikut menguat dan sebaliknya Dow Jones turun tipis 0,13%.
Baca Juga
Powell Khawatir Suku Bunga Tinggi Terlalu Lama Bisa Membahayakan Pertumbuhan Ekonomi
Kemarin, IHSG ditutup menguat 18,82 poin (0,26%) menjadi 7.269,80. Pemodal asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 23,47 miliar melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 297,38 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 182,01 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 24,98 miliar.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan 1,44%, sektor industri 1,10%, sektor infrastruktur 0,31%, sektor konsumer primer 0,10%, dan sektor transportasi 0,09%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, sektor teknologi, energi, material dasar, dan konsumer primer.
Grafik IHSG
