Emiten Konstruksi Asal Tiongkok (KOKA) ‘Pede’ Pendapatan Tumbuh 40%
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan konstruksi dan manufaktur beton asal China, PT KOKA Indonesia Tbk (KOKA) semakin percaya diri meraup keuntungan setelah mereka resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/10/2023).
Tahun ini perusahaan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 40% secara year on year (yoy). Sedangkan laba bersih ditargetkan sebesar Rp 40 miliar.
Manajemen KOKA menyebut per Desember 2022 berhasil meraup pendapatan Rp182,911 miliar.
“Target kami naik 40% dari tahun lalu untuk pendapatan. Untuk net income-nya, target kami sampai Rp40 miliar,” kata Direktur Keuangan KOKA, Michael Albert di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/10/2023).
Baca Juga
Logisticsplus (LOPI) Incar 2 Proyek Infrastruktur Ini, NIlai Investasinya Jumbo
Michael menilai industri infrastruktur di tahun depan masih memiliki prospek cerah. Untuk itu KOKA optimistis bisa tetap bersaing, utamanya dalam meningkatkan pangsa pasarnya di Indonesia.
“Untuk pangsa pasar Indonesia sendiri kami cukup yakin masih banyak sekali kesempatan. Apalagi untuk perusahaan dengan grade besar itu masih jarang yang bisa ambil, kecuali BUMN atau perusahaan negeri lainnya. Jadi kami yakin kami masih bisa untuk bersaing,” jelas Michael.
Disebutkan oleh Michael nilai kontrak yang didapat PT KOKA sampai dengan semester I-2023 berkisar Rp200 miliar untuk pengerjaan proyek di Indonesia. Sehingga ia menargetkan angka yang lebih tinggi diperoleh KOKA tahun 2024.
Baca Juga
Saham Tembus ARA Lagi, Lovina Beach (STRK) Ungkap Strategi Perluas Pasar Ekspor
“Kami targetkan di atas Rp 200 miliar. Tapi untuk berapa tepatnya (nilai kontrak yang ingin dicapai tahun depan), kami masih belum bisa kasih estimasi,” sebut Michael.
KOKA sendiri memiliki dua segmen yang disasar, yaitu konstruksi bangunan dan infrastruktur. Itulah mengapa perusahaan optimistis untuk bisa terus bersaing ke depannya.
“Tapi kalau untuk sekarang ini kami lebih fokus ke infrastruktur, seperti pembangunan-pembangunan pabrik. Itu ada pabrik nikel, pabrik baterai lithium, itu yang sekarang juga kami lakukan di Morowali,” paparnya.
KOKA menjadi perusahaan ke-72 yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang tahun ini. Dalam aksi korporasi ini KOKA melepas 715.333.000 lembar saham baru yang mewakili 25% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan.
Dalam masa penawaran umum saham, KOKA menetapkan harga perdana Rp 128 per lembar, sehingga dana segar dari publik Rp 91,5 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 366 miliar. (CR-8)

