Kontraktor Asal China (KOKA) Melantai di Bursa, Harga Sahamnya Melesat 23%
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan konstruksi asal China, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) resmi mencacatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Rabu (11/10/2023).
Dengan pencatatan saham ini, KOKA menjadi perusahaan ke-72 yang mencatatkan sahamnya di BEI sepanjang tahun ini. Dalam aksi korporasi IPO tersebut KOKA melepas 715.333.000 lembar saham baru yang mewakili 25% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan.
Dalam masa penawaran umum saham, KOKA menetapkan harga perdana Rp 128 per lembar, sehingga dana segar dari publik Rp 91,5 miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 366 miliar. IPO ini dibantu oleh UOB Kay Hian Sekuritas dan KGI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.
Dari pantauan perdagangan setelah listing pukul 09.15 WIB, saham KOKA bertengger pada level Rp 158 atau menguat 23% dari harga perdana.
Baca Juga
Mengacu pada prospektus Initial Public Offering (IPO) yang diterbitkan, KOKA berencana menggunakan 17% dana hasil IPO untuk belanja modal, meliputi pengadaan alat berat baru, dan sisanya sekitar 83% akan digunakan untuk modal kerja, yang meliputi pembayaran material bahan baku konstruksi, biaya logistik pengiriman, biaya operasional di lokasi proyek dan biaya administrasi yang timbul dalam proyek.
Kinerja Keuangan
KOKA mengaku konsisten mencacat pertumbuhan kinerja pasca pandemi Covid-19 dengan mencetak pendapatan sebesar Rp 183 miliar atau naik sekitar 131% dari pencapaian tahun 2021 sebesar Rp 140 miliar.
Perseroan juga mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 19 miliar selama tahun 2022, tumbuh 75% dari pencapaian tahun 2021.
Direktur Utama PT Koka Indonesia Tbk, Gao Jing, menyampaikan, pencapaian positif kinerja tersebut utamanya disebabkan oleh keunggulan-keunggulan yang dimiliki Perseroan dibandingkan kompetitornya, di mana salah satunya Perseroan tergabung dalam China - Indonesia Trade Associaton, sehingga Perseroan memiliki jaringan yang kuat dengan para perusahaan-perusahaan asing yang berpotensi menjadi klien Perseroan.
“Selain itu, teknologi yang kami terapkan di Indonesia merupakan yang termutakhir dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkompeten baik dari luar maupun dalam negeri. Hal ini yang membedakan Koka dari para pesaingnya, sehingga kinerja kami selama 2 tahun terakhir dapat tumbuh secara signifikan,” jelas Gao.
Baca Juga
IHSG Cenderung Sideways, Pantau Saham INKP, TOWR, DRMA, BULL
Ke depannya, Perseroan menargetkan untuk tetap meningkatkan kinerjanya secara positif, di mana pada tahun 2023, Perseroan menargetkan pendapatan sekitar sebesar Rp 260 miliar, meningkat sekitar 45% dari pencapaian tahun 2022.
Sedangkan, untuk laba bersih, Perseroan menargetkan pencapaian laba bersih sekitar sebesar Rp 45 miliar atau tumbuh hingga 135% dari pencapaian tahun 2022. Gao juga menyampaikan bahwa langkah untuk masuk BEI)adalah bagian pengembangan strategis Perseroan dalam meningkatkan kapasitas pendanaan dan tata kelola Perseroan yang lebih baik.
“Kehadiran KOKA sebagai perusahaan PMA dari China yang pertama melantai di Bursa Efek Indonesia, diharapkan akan memberikan nilai tambah yang optimal kepada seluruh pemangku kepentingan Perusahaan”.
Sejalan dengan prospek pertumbuhan Perseroan dan industri konstruksi nasional, Daud Gunawan, Head of Corporate Finance PT UOB Kay Hian Sekuritas, yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek menyatakan bahwa tanggapan investor selama periode Penawaran Umum Perseroan sangatlah baik.
“Permintaan yang masuk melebihi jumlah saham yang ditawarkan, dimana permintaan atas saham KOKA mengalami oversubscribed 134,24 kali” ungkap Daud.

